Jejak Bisnis Mendiang Jakob Oetama

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2020 15:11 WIB
Jakob Oetama
Foto: Jakob Oetama (Ilustrator:Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama tutu usia. Pria yang akrab disapa JK ini meninggal di usia 88 tahun. Dia lahir di Magelang, Jawa Tengah tanggal 27 September 1931.

Jakob Oetama dikenal sebagai wartawan sekaligus pendiri Surat Kabar Kompas. Semasa hidupnya dirinya pernah menjadi seorang guru hingga akhirnya mendapat banyak penghargaan, salah satunya dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973.

Selama mendirikan Kompas Gramedia, Jakob Oetama juga melahirkan unit-unit bisnis lainnya. Mengutip catatan Kompas Gramedia, Rabu (9/9/2020) di mulai pada tahun 1965, edisi pertama Harian Kompas terbit dan pada saat itu yang memberi nama adalah Ir Soekarno dengan harapan menjadi pemberi arah bagi masyarakat.

Pada tahun 1963, tepatnya pada hari raya kemerdekaan lahir Sang Pemula KG, Majalan 'Intisari'. Selanjutnya, pada 1970 toko buku Gramedia pertama dibangun di Jalan Gajah mada, Jakarta.

Dua tahun berselang atau tepatnya tahun 1972, Radio Sonora resmi mengudara untuk pertama kalinya dan Jakob Oetama berhasil mendirikan percetakan Gramedia yang kini meluas menjadi industri manufaktur.

Pada saat itu selain menjadi seorang jurnalis, Jakob Oetama juga mengajar sebagai dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Indonesia pada tahun 1973-1983.

Dirinya pun terus mengembangkan bisnis Kompas Gramedia, di mana tahun 1981 resmi berdiri Hotel Santika pertama di Bandung kini bisnis itu berkembang menjadi grup hotel and resort di seluruh Indonesia.

Tidak sampai di situ, pada 1994 Jakob Oetama juga mendirikan Dyandra Promosindo sebagai perusahaan penyelenggara acara dan pameran terkemuka di Indonesia

Seiring waktu berjalan, lahirlah berbagai unit bisnis lain seperti Kompas TV, KGXpress, hingga industri properti, dan lainnya. Bahkan pada tahun 2005, Universitas Multimedia Nusantara didirikan sesuai dengan visi KG untuk mencerahkan Bangsa Indonesia. Semua bisnisnya tetap berjalan hingga kini.



Simak Video "Jenazah Jakob Oetama Dihantar ke Persemayaman di Kompas Gramedia"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)