Anies Perketat PSBB Jakarta, Mendag Minta Jalur Distribusi Tak Dihalangi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 12:42 WIB
Mendag Agus Suparmanto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kunjungi pusat perbelanjaan. Kedatangannya untuk tinjau protokol kesehatan di pusat perbelanjaan.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto merespons keputusan soal PSBB Jakarta yang kembali diperketat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Meski PSBB Jakarta diperketat, Agus meminta jalur distribusi tak dihalangi dan membuat rantai pasok terganggu.

"Dalam situasi PSBB ada hal-hal yang tidak boleh terhalangi, yaitu jalur distribusi. Jalur distribusi ini di setiap PSBB tetap berjalan agar supply chain tidak terganggu. Setiap wilayah yang memberlakukan PSBB harus memberikan kelancaran jalur-jalur distribusi termasuk logistik supaya usaha dan perekonomian tetap berjalan," kata Agus dalam Rakornas Kadin, Kamis (10/9/2020).

Menurut Agus, jalur distribusi ini sangat terhubung dengan aktivitas konsumsi masyarakat, yang jadi tulang punggung produk domestik bruto (PDB) Indonesia. "Karena PDB kita 50% konsumsi. Kalau distribusi ini tidak lancar akan mengganggu PDB kita," ujar dia.

Selain itu, melihat berbagai aktivitas akan dibatasi dengan adanya PSBB Jakarta ini, ia meminta seluruh pelaku usaha untuk mendorong akses digital, agar kegiatan perekonomian tetap berjalan meski tanpa ada tatap muka.

"Nah dengan era digital ini, agar pelaku usaha melakukan aktivitasnya melalui digital. Dan juga di sini perlunya komunikasi, e-commerce, sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa berkomunikasi. Dan mereka tahu bisa delivery order, dan sebagainya, ini masih bisa dilakukan," kata dia.

Harapannya, dengan kegiatan ekonomi dan rantai pasok terjaga, gelombang PHK bisa dihentikan.

"Dengan kerja sama semua pihak, sehingga bisa memudahkan akses-akses distribusi tersebut. Sehingga supply chain tidak terganggu, khususnya industri-industri sehingga tidak menimbulkan pandemi PHK ," pungkas Agus.

(fdl/fdl)