Pengusaha Minta Mal Tetap Buka Selama PSBB Jakarta

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 12:27 WIB
Jalan Sudirman Thamrin terpantau masih kosong saat lebaran H+1 Idul Fitri 1441 H, Jakarta, Senin (25/5/2020). Ari Saputra/detikcom
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta diterapkan penuh lagi setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik rem darurat. Pusat perbelanjaan mal yang tadinya sudah beroperasi dengan protokol kesehatan, terancam kembali ditutup kecuali apotek dan kebutuhan makanan.

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah saat ini masih menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) terkait nasib pengoperasian mal yang belum terbit. Namun dia berharap mal yang sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik tetap diizinkan beroperasi.

"Betul (minta mal tetap beroperasi) karena tidak ada masalah protokol kesehatan di kami. Kami kan sudah menjalankan tugas sesuai arahan Pemerintah Daerah atau Pusat untuk memastikan semua konsumen yang ke mal aman. Saya setuju ditutup bila memang yang tidak menjalankan protokol kesehatan. Jadi tolong yang tidak menjalankan protokol kesehatan ya ditutup, kalau sudah menjalankan jangan (ditutup)," kata Budi kepada detikcom, Kamis (10/9/2020).

Dia merasa protokol kesehatan yang dijalankan di mal sudah sangat baik sehingga sampai saat ini diklaim belum ada klaster penularan Corona di mal. Menurutnya, yang harus dikaji ulang pengoperasiannya adalah transportasi umum dan perkantoran saat PSBB Jakarta.

"Kita kan sudah menjalankan protokol kesehatan yang sangat baik dari kerja sama dengan mal. Jadi pengelola mal, mal-nya, dengan tenant itu sudah berapa lapis. Jadi sampai hari ini saya belum melihat ada klaster penularan di pusat belanja, yang saya dengar penularan di kendaraan umum lalu ke kantor karena orang pergi kerja naik kendaraan umum terus tertular. Harusnya yang diselesaikan adalah akar masalahnya, bukan ditutup mal-nya karena kita sudah menjalankan sangat ketat protokol kesehatan," ucapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (DPP APPBI), Alphonzus Widjaja. Dia berharap mal tetap diizinkan beroperasi agar bisa melayani kebutuhan belanja masyarakat dan menjaga roda perekonomian agar tidak lebih buruk.

"Sesungguhnya pusat perbelanjaan berharap dapat terus beroperasi untuk melayani kebutuhan berbelanja masyarakat dan untuk menjaga agar supaya roda perekonomian tidak kembali terhenti yang dapat mengakibatkan dampak lebih buruk dari kondisi sebelumnya," ujarnya dihubungi terpisah mengenai rencana PSBB Jakarta.



Simak Video "DKI PSBB Total, Polda Metro Tunggu Pergub"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)