Bayangan Horor Kalau Mal Ditutup Lagi saat PSBB Jakarta

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 13:57 WIB
Blok M Plaza/Herdi Alif Alhikam-detikcom
Ilustrasi/Foto: Blok M Plaza/Herdi Alif Alhikam-detikcom
Jakarta -

Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dinilai akan memberikan dampak domino yang lebih buruk dari awal pandemi.

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah mengatakan pusat perbelanjaan baru mau bangkit dari keterpurukan. Jika ditutup, maka efeknya akan lebih parah karena harus menjalani PSBB saat kondisi masih babak belur.

"Dari segi Juni dibuka sampai sekarang kan sudah mulai membenahi perekonomian supaya bisa bayar supplier, bayar karyawan, bayar sewa, nah kewajiban-kewajiban itu kan macet karena ditutup dari Maret, kita sudah mulai nyicil bayar-bayar gitu ditutup lagi? Sangat berbahaya, bisa perusahaannya tutup. Saya yakin sekali kalau ada penutupan (mal) lagi, ini akan ada efek domino dari mal-nya, ritel-nya, supplier-nya, karyawannya," kata Budi kepada detikcom, Kamis (10/9/2020).

"Iya dong (lebih parah). Ini kan baru ngisi barang, artinya orang baru beres-beres gitu lho terus ditutup ya lebih parah lagi dah. Sekarang ini pusat perbelanjaan memasuki PSBB total sudah dalam keadaan babak belur," tambahnya.

Kondisi perekonomian dinilai akan lebih sulit karena belum pulih 100% namun aktivitas bisnis harus dibatasi lagi. Sehingga dinilai akan semakin banyak pengusaha yang tidak bisa melanjutkan usaha, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali terjadi, dan resesi ekonomi semakin nyata.

"Kondisi pusat perbelanjaan dalam PSBB total yang akan datang ini akan lebih terpuruk dari yang sebelumnya dikarenakan PSBB total kali ini didahului dengan PSBB transisi yang mana kondisi ekonomi masih belum pulih sama sekali. Kondisi pusat perbelanjaan selama masa PSBB transisi masih belum pulih dan masih dalam keadaan terpuruk, kemudian sekarang dilanjutkan dengan PSBB total yang sudah pasti akan menambah keterpurukan," kata Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (DPP APPBI), Alphonzus Widjaja dihubungi terpisah.

Untuk itu, dia berharap mal tetap diizinkan beroperasi agar bisa melayani kebutuhan belanja masyarakat dan menjaga roda perekonomian agar tidak lebih buruk.

"Sesungguhnya pusat perbelanjaan berharap dapat terus beroperasi untuk melayani kebutuhan berbelanja masyarakat dan untuk menjaga agar supaya roda perekonomian tidak kembali terhenti yang dapat mengakibatkan dampak lebih buruk dari kondisi sebelumnya," ujarnya dihubungi terpisah.



Simak Video "Prediksi Horor Jika DKI Tak Kembali PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)