Butuh Rp 3,5 T untuk 'Kawinkan' Pendidikan dan Industri

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 20:14 WIB
Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto
Foto: Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto (Istimewa)
Jakarta -

Pendidikan menengah atas yang baik, turut menghasilkan lulusan yang berkualitas baik dan siap kerja bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).

Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengungkapkan saat ini dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang baik dan berkompeten di bidangnya. Dia menyebut biasanya perusahaan mencari lulusan S1 atau sederajat untuk posisi project manager.

"Lulusan SMK juga bisa asal dia berkompeten, SMK bahkan sudah mendapatkan pelatihan-pelatihan yang baik," kata dia di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Dia menjelaskan saat ini SMK belum setenar SMA, karena itu dibutuhkan edukasi ke masyarakat jika SMK mampu dan memiliki kualitas baik dan lebih siap di dunia kerja.

Wikan mengatakan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memiliki program besar untuk link and match dan rebranding SMK di Indonesia. Dia menginginkan anak anak SMK bisa fokus menciptakan usaha kreatif mulai dari fashion sampai robot.

"Itu yang kita ingin kabarkan dan bagaimana caranya untuk menikahkan industri dan dunia pendidikan. Untuk 2 program ini kita anggarkan Rp 3,5 triliun," jelas dia.

Menurut dia saat ini pihaknya juga membuat youtube channel dengan nama vokasi factor Indonesia. Channel ini diisi dengan video-video edukatif terkait pendidikan vokasi.



Simak Video "Pengamat Pendidikan Sebut Kuota Belajar Bukan Solusi untuk Siswa"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)