PSBB Jakarta Diperketat, Ini Request Pengusaha Warteg ke Anies

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2020 14:31 WIB
Restoran Warteg Ma Djen yang berada di Jalan Tanah Mas Raya, Kelurahan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta yang mau diperketat akan memberi dampak terhadap pelaku usaha, tak terkecuali pengusaha warteg.

Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan kebijakan Pemprov DKI Jakarta menerapkan PSBB lagi memang perlu untuk kesehatan. Namun masyarakat yang pendapatannya terdampak PSBB Jakarta juga bisa mengalami tekanan atau stres.

"Kesehatan itu penting, ekonomi rakyat kecil juga penting karena dengan merosotnya pendapatan juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan stres dan lainnya," kata Mukroni kepada detikcom, Jumat (11/10/2020).

Untuk itu, dia minta pemerintah agar bisa memberikan bantuan untuk mengganti kerugian yang terdampak selama PSBB Jakarta. Bantuan yang diminta berupa relaksasi pinjaman dengan bunga ringan, keringanan listrik, dan bantuan langsung tunai (BLT) lainnya.

"Kami tidak khawatir kalau pemerintah beri solusi dari penurunan omzet. Kalau cuma terapkan PSBB tanpa solusi, anak kecil juga bisa. (Bantuan) seperti relaksasi pinjaman dan permodalan berbunga ringan dan fasilitas lain seperti listrik dan biaya-biaya lain yang menyangkut hajat umum," ucapnya.

Saat ini sebenarnya pemerintah sudah meluncurkan program-program tersebut. Namun kata Mukroni, bantuan yang ada realitanya sulit didapatkan di lapangan.

"Banyak fasilitas digaungkan tapi di lapangan sulit diakses, ada kesenjangan informasi kebijakan elit dan bawahan yang belum sinkron sehingga banyak fasilitas yang katanya dikeluarkan pemerintah untuk meringankan pengusaha kecil tapi di lapangan sulit untuk didapatkan. Misal, bunga rendah yang belum banyak dinikmati para pengusaha warteg," tandasnya.



Simak Video "Prediksi Horor Jika DKI Tak Kembali PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)