Anies Perketat PSBB, Pengusaha Warteg Ngeluh Omzet Sudah Anjlok 90%

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2020 13:25 WIB
Restoran Warteg Ma Djen yang berada di Jalan Tanah Mas Raya, Kelurahan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pengusaha warteg menyayangkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kembali memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dia khawatir dengan masyarakat dilarang makan di tempat (dine in) membuat omzetnya semakin anjlok seperti awal pandemi virus Corona.

Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan saat ini omzet usahanya masih tertekan hingga 90%. Warteg yang terdampak berada di sekitar kantor, mal, hingga pabrik.

"Ini yang jadi persoalan, sekarang aja omzet turun di bawah 50%, terus dengan pelaksanaan ini PSBB (diperketat lagi) pasti omzet tambah turun. Bahkan tadinya Rp 3 juta sekarang Rp 300 ribu, turun 90% hampir merata yang dekat kantor, mal, sekolah-sekolah, dan pabrik yang tutup," kata Mukroni kepada detikcom, Jumat (11/9/2020).

Dia menilai jika PSBB diperketat dan pengunjung dilarang makan di tempat akan membuat warteg banyak berguguran karena mengalami kerugian. Sampai saat ini dia sudah banyak keluhan bahwa sesama pengusaha warteg kesulitan untuk membayar cicilan hingga kontrakan.

"Ya ini pasti banyak yang tutup karena rugi. Banyak (yang sudah tutup), saya dapat info dari Korwil (Kordinatoor Wilayah) Kowantara Depok ada 20 warteg yang tidak bisa bayar kontrakan, Jakarta Pusat juga demikian hampir 25% yang pulang kampung. Banyak yang dulu angsuran kendaraan sudah mencicil cukup lama, sekarang kendaraan disita. Sudah rugi, hilang aset cicilan," ungkapnya.

Meski pihaknya belum mendapat edaran soal pelarangan makan di tempat selama PSBB Jakarta, Anies Baswedan sudah memberikan sinyal bahwa rumah makan termasuk kafe dan restoran diperbolehkan beroperasi, tetapi tak boleh makan di lokasi. Dengan kata lain, hanya bisa melayani pesanan untuk dibawa pulang.

"Dari informasinya warung makan boleh buka tapi tidak boleh makan di warung, surat edaran belum sampai," tuturnya.



Simak Video "Prediksi Horor Jika DKI Tak Kembali PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)