Anies Mau Terapkan PSBB Total, Maskapai Khawatir Daerah Lain Ikutan

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 13 Sep 2020 11:00 WIB
Ilustrasi pesawat Lion Air
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan kembali PSBB secara ketat mulai besok. Industri maskapai yang baru saja mencoba untuk bangkit kembali khawatir.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengaku khawatir dengan pengetatan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta akan berdampak ke industri penerbangan. Sebab jika kebijakan Jakarta diikuti oleh daerah lain, kemungkinan akan terjadi penutupan akses masuk dan keluar wilayah.

"Dilihat dari kebijakan daerah lain juga, itu baru akan mempengaruhi kinerja penerbangan. Jika tidak diikuti daerah lain paling pengetatan protokol. Kita tetap menanti rinciannya (aturan)," ujarnya dalam webinar yang digelar SSS Communications dengan tema Travelling di Era Adaptasi Kebiasaan Baru pekan lalu, seperti dikutip dalam keterangannya, Minggu (13/9/2020).

Pria yang kerap disapa Edo itu mengaku belum mendapat informasi terkait adanya penutupan penerbangan imbas dari pengetatan PSBB yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Jika permintaan mengalami penurunan maka maskapai akan melakukan pengurangan rute yang terdampak. Edo pun berharap pengetatan PSBB di Jakarta tak akan mempengaruhi penerbangan ke daerah lain.

"Sampai saat ini belum mendapat informasi, tapi kami menganalisis dari PSBB yang awal dulu. Jadi yang kita lihat kebijakan-kebijakan antar daerahnya akan saling mempengaruhi enggak, itu kan faktor orang akan melakukan perjalanan atau mengurungkan niatnya. Ya mudah-mudahan nggak ada (dampaknya). Hanya saja mungkin pengetatan protokol-protokol kesehatan yang dijalankan," tuturnya.

Padahal pemulihan di sektor penerbangan mulai dilakukan. Bukan hanya maskapai penerbangan, tetapi juga pemerintah dan masyarakat.

"Kami berharap semua pemangku kepentingan ikut menjaga, kita jaga termasuk dunia penerbangan nasional. Saya takut hubungan antar wilayah terganggu jika penerbangan kembali diputus akibat Pandemi COVID-19," tuturnya.

Edo menjelaskan perjalanan bisnis masih mendominasi penumpang yang terbang dengan pesawat perusahaan selama masa pandemi dibandingkan dengan perjalanan wisata dan kunjungan keluarga. Pergerakan masyarakat untuk perjalanan bisnis mencapai 60%, kunjungan wisata 20%, dan 20% adalah perjalanan untuk kunjungan keluarga.

Lebih lanjut, dia menegaskan perjalanan untuk bisnis masih mendominasi lantaran memang adanya pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, pesawat lebih aman dibandingkan dengan moda transportasi. Hal ini lantaran di dalam pesawat terdapat teknologi yang memungkinkan adanya sirkulasi udara. Tidak hanya itu, untuk menggunakan pesawat, penumpang juga harus menjalani dan memenuhi sejumlah protokol kesehatan seperti wajib menggunakan masker dan menjalani rapid test.

"Untuk Lion Air sendiri, load factor atau tingkat keterisian penumpang pesawat rata-rata masih berada di bawah 70% dari total semua penerbangan yang dilakukan perusahaan," kata Edward.



Simak Video "Prediksi Horor Jika DKI Tak Kembali PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)