Dongkrak Produksi Vanili, Kementan Kembangkan Lahan 35 Ha di 4 Daerah

Inkana Putri - detikFinance
Senin, 14 Sep 2020 13:50 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan pihaknya akan berupaya mengembalikan kejayaan komoditas perkebunan, salah satunya pada komoditas vanili atau 'si emas hijau' yang dulu selalu diburu oleh negara luar. Untuk mendongkrak produksi vanili nasional, pihaknya tengah melakukan pengembangan atau perluasan lahan vanili seluas 35 hektare.

"Ini penting karena memang permintaan vanili cukup besar, baik didalam atau pun luar negeri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).

Bagus menjelaskan pengembangan vanili akan dilakukan di empat daerah. "Yakni Jawa Barat seluas 10 hektare, Maluku Utara seluas 5 hektare, Sulawesi Utara seluas 10 hektare dan Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 10 hektare," paparnya.

Tak hanya itu, Kementan juga menggelar pelatihan Petani Vanili selama 4 hari pada 24 - 27 Agustus 2020 di Bapeltan Jawa Tengah, Soropadan, Temanggung. Pelatihan ini bekerja sama dengan praktisi, yakni Dewan Vanili Indonesia dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Griya Vanili Salatiga.

Adapun pelatihan ini merupakan aksi tindak lanjut dari kegiatan Identifikasi Vanili yang digelar UPT lingkup Kementan, yaitu Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor pada 8 - 10 Juli 2020 di Salatiga dan Temanggung.

Selama 4 hari pelatihan, petani vanili dibekali tentang Kebijakan Peningkatan Produksi Hortikultura, Dinamika Kelompok dan Pembentukan Sikap, Pengenalan Komoditas, Pengolahan Lahan dan Budidaya, Pembungaan, Speck atau Export, Pupuk Organik, Pengembangan Tanaman Berbasis Ekspor, serta Rencana Tindak Lanjut dan Evaluasi dari kegiatan pelatihan yang berlangsung.

Terkait hal ini, Ketua P4S Griya Vanili Eko menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementan khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan yang telah merespon positif dan mendukung budi daya vanili sebagai salah satu program Gratieks, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemprov Jawa Tengah dan Dinas Pertanian kota / kabupaten yang sudah mulai merespon positif kebangkitan vanili. Dengan begitu, vanili di Indonesia khususnya di Jawa Tengah dapat memperoleh apresiasi sebagai komoditas ekspor unggulan nasional.

Di sisi lain, Kepala Seksi Pelayanan Teknik dan Informasi Bidang Perbenihan BBPPTP Surabaya Kiswidiatmo mengatakan dengan meningkatnya kompetensi petani vanili setelah mengikuti pelatihan oleh Bapeltan Jawa Tengah, maka sudah menjadi keharusan agar menggunakan benih yang legal (melalui kegiatan identifikasi).

"Selain itu agar pemerintah setempat dapat mendorong terbangunnya kebun sumber benih vanili sebagai jaminan legalitas benih yang beredar di wilayah Jawa Tengah pada khususnya dan nasional pada umumnya," jelasnya.

Kiswidiatmo juga berharap pelatihan ini bisa meningkatkan komoditas vanili di Jawa Tengah sehingga berdampak terhadap peningkatan perekonomian nasional.

"Semoga melalui mengharumnya kembali vanili Indonesia yang dimulai dari kebangkitan vanili di Provinsi Jawa Tengah, maka harapan perekonomian nasional pulih di tengah pandemi COVID-19 segera terwujud melalui ekspor non-migas yang salah satunya adalah produk komoditi perkebunan," pungkasnya.



Simak Video "Tradisi Unik Saat Panen Vanili, Alor"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)