Pemerintah Suntik Dana Rp 37 T ke BUMN Tahun Depan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 14:26 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dalam RAPBN 2021 pemerintah akan menyalurkan anggaran lewat penyertaan modal negara (PMN) ke beberapa BUMN.

Totalnya ada Rp 37,38 triliun yang masuk ke dalam rencana pembiayaan investasi pemerintah sebesar RP 169 triliun di tahun 2021. Jumlah ini turun dari PMN yang diberikan pemerintah di tahun ini. Tahun ini sendiri jumlah PMN yang diberikan sebanyak Rp 51 triliun.

"Kalau kita lihat dari pembiayaan ini, yang disalurkan ke PMN BUMN adalah sebesar Rp 37,38 triliun, turun dari Rp 51,13 triliun dari total di tahun 2020," ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Selasa (15/9/2020).

Setidaknya ada 8 BUMN yang akan mendapatkan PMN dari pemerintah. Salah satunya adalah PT Hutama Karya yang akan mendapatkan PMN sebesar Rp 6,2 triliun, Sri Mulyani menjelaskan anggaran ini akan difokuskan untuk membiayai pembangunan jalan tol di Sumatera.

"HK akan dapat PMN Rp 6,2 triliun, tahun ini sendiri sudah dapat Rp 11 triliun. Nanti digunakan untuk pembangunan di Sumatera, untuk highway utara selatan," jelas Sri Mulyani.

Sementara itu PT PLN akan mendapatkan Rp 5 triliun, setelah sebelumnya tahun ini juga mendapatkan PMN Rp 5 triliun. Kemudian, untuk PT Sarana Multigriya Finance (SMF) akan mendapatkan RP 2,25 triliun setelah tahun ini mendapatkan Rp 1,75 triliun.

Paling besar, PMN akan diberikan kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebanyak Rp 20 triliun, setelah tahun ini mendapatkan Rp 6,2 triliun. Fokus anggarannya untuk menyelesaikan masalah di Jiwasraya.

Kemudian ada PT Pengembangan Pariwisata Indonesia akan mendapatkan PMN Rp 470 miliar, setelah tahun ini mendapatkan Rp 500 miliar. Selanjutnya, PT Pelindo III dan PT PAL akan mendapatkan masing-masing RP 1,2 triliun.

Terakhir ada PT Kawasan Industri Wijayakusuma akan mendapatkan PMN Rp 977 miliar. Dana itu akan digunakan untuk membangun kawasan industri terpadu Batang (KIT Batang). "Kawasan industri wijayakusuma mendapatkan RP 977 miliar, ini berhubungan dengan pembukaan kawasan industri Batang," ujar Sri Mulyani.

(fdl/fdl)