Kementan Kembangkan Sistem Pelaporan Online untuk Kendalikan Hama

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 15:51 WIB
Mahasiswa gelar sosialisasi membuat pestisida organik bagi warga di Boyolali. Kegiatan itu dilakukan guna bantu warga atasi hama tanaman dengan biaya yang murah
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Sigit Wahyudi mengatakan dalam melakukan proses analisis serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di lapangan, data merupakan unsur yang sangat penting. Data dan informasi dari hasil pengamatan bisa menjadi bahan untuk analisis pengambilan keputusan pengendalian OPT.

"Akurasi data pengamatan OPT sangat penting dalam pengendalian OPT karena berdasarkan data yang valid akan dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian OPT secara dini. Bila perkembangan OPT dapat dikendalikan dan dicegah, produksi komoditas perkebunan dapat berlangsung optimal. Dengan gambaran di atas, perlu dicari solusi untuk mendapatkan data pengamatan OPT yang akurat," papar Sigit dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2020).

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, lanjut Sigit, penyampaian data pengamatan OPT kini dapat dilakukan lebih cepat dan akurat melalui sistem aplikasi yang berbasis online. Sebelumnya, sistem pelaporan OPT dilakukan secara manual yaitu dengan mencatat langsung data pada kertas pengamatan. Menurutnya, hal tersebut menyebabkan data kurang akurat, akuntabilitas data rendah, pengiriman data lambat, data sampai ke pengambil keputusan tidak tepat waktu.

Meski begitu, kini Kementan tengah membangun aplikasi data pengamatan dan pelaporan OPT secara online (Silap OPT) untuk mempercepat proses penyampaian data laporan pengamatan OPT dari lapangan. Aplikasi ini dibuat menggunakan sistem berbasis WEB dan Android untuk mempermudah para petugas lapangan/pengamat melakukan pengamatan OPT.

Lebih lanjut Sigit menjelaskan data hasil pengamatan dapat diinput langsung ke aplikasi. Seksi pelayanan teknik proteksi BBPPTP Medan bisa segera melihat data serangan OPT berupa intensitas serangan, kerugian hasil, grafik serangan dan peta serangan OPT pada wilayah binaan di Provinsi Sumatera Utara. Dengan data-data tersebut segera dapat dilakukan analisis situasi dan kondisi serangan OPT, faktor-faktor yang mempengaruhi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk penanggulangan.

"Untuk pemahaman bersama aplikasi SILAP OPT ini akan disosialisasikan kepada seluruh personil yang terkait dengan lancarnya penggunaan aplikasi ini. Selanjutnya untuk penggunaan secara luas, SILAP OPT juga akan disosialisasikan kepada petugas terkait di Provinsi-provinsi binaan BBPPTP Medan di wilayah regional Sumatera," jelas Sigit.

Melalui aplikasi Silap OPT ini, Sigit berharap kekurangan yang terjadi selama ini dihadapi dapat diakomodir.

"Untuk kesempurnaan aplikasi, dilakukan beberapa tindakan uji coba penggunaan, mulai dari pembuatan rencana kerja (My Plan), pengisian data petak pengamatan (survei OPT utama, musuh alami) dan pengisian data iklim setiap bulannya, dan lain-lain," pungkas Sigit.



Simak Video "Kemenkes Sebut Ganja Masih Golongan Narkotika 1"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)