Sri Mulyani Komentari Gedung Kejagung yang Terbakar Belum Diasuransikan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 16:00 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat membahas RAPBN 2019 d gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/10/2018). Sri Mulyani hadir dengan memakai pita warna hitam. Pita hitam itu melambangkan duka atau suasana berkabung.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyayangkan kebakaran yang terjadi pada Gedung Kejaksaan Agung. Pasalnya, gedung tersebut belum sempat diasuransikan pemerintah.

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang melakukan upaya untuk mengasuransikan semua aset negara. Sementara aset Kejaksaan Agung yang kemarin terbakar belum sempat masuk ke dalam aset yang sudah diasuransikan.

Dia menjelaskan saat ini pihaknya baru menyelesaikan proses asuransi pada semua aset Kementerian Keuangan. Secara bertahap, aset negara pada Kementerian/Lembaga lainnya sedang diasuransikan.

"Kita sudah mulai di semua aset yang ada di Kemenkeu dulu, ini sudah full insurance. Namun kita juga sudah mencoba KL lain, saya belum update berapa KL yang sudah diasuransikan," ungkap Sri Mulyani pada rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Selasa (15/9/2020).

"Kebetulan kejaksaan belum termasuk yang kita asuransikan, memang sayang sekali dalam hal ini," ujarnya.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat merespons pertanyaan dari salah satu anggota Komisi XI, Vera Febyanthy. Dia mempertanyakan bagaimana bisa aset Kejaksaan Agung belum diasuransikan.

"Terkait kebakaran Gedung Bundar, di mana Kejaksaan menyatakan gedung tidak diasuransikan. Pertanyaannya kalau terjadi di aset lain, penerapan manajemen resiko pemerintah gimana, ini ada berapa aset memangnya yang tidak diasuransikan," ujar Vera.

Kembali ke Sri Mulyani, dia juga menjelaskan alasan belum semua aset negara diasuransikan. Menurutnya, dalam mengasuransikan aset negara tidak bisa main-main, harus melihat kesiapan industri asuransi nasional dan juga kondisi fiskal pemerintah.

"Saat mau melakukan asuransi, pertama pasti kami melihat kapasitas industri asuransi di dalam negeri sendiri bagaimana, kedua konsekuensi fiskal juga," ujar Sri Mulyani.

Saat ini apabila terjadi kerugian seperti yang terjadi pada gedung Kejaksaan Agung menurutnya belum tentu industri asuransi nasional bisa menanggung konsekuensinya.

"Kalau total loss insurance itu kayaknya konsekuensinya gede banget, industri kita kayaknya nggak mampu, mereka akan reinsurance lagi," ungkap Sri Mulyani.

Dia mengatakan saat ini pihaknya juga sedang berdiskusi dengan industri asuransi nasional, apakah sudah siap mengasuransikan aset-aset negara dengan segala potensi ancaman.

"Makanya ini kita terus bahas antara kita dengan industri asuransi di dalam negeri, bagaimana kita secara institusional memperbaiki aset negara termasuk mengasuransikannya," ungkap Sri Mulyani.



Simak Video "Kejagung Usut Isu Cleaning Service 'Tajir' Jadi Saksi Kebakaran"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)