Nilai Gojek-Grab Tembus Rp 1.000 T Kalau Jadi 'Kawin'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 06:00 WIB
Infografis Pesaing Gojek dan Grab
Ilustrasi/Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah

Tembus Rp 1.000 T

Wacana penggabungan atau merger Grab-Gojek ini pernah mencuat di awal tahun lalu sejalan dengan mundurnya pendiri Gojek Nadiem Makarim yang diangkat menjadi menteri. Saat itu, sejumlah media asing menyoroti rumor tersebut dengan mengutip sumber. Bahkan, nilai atau valuasi perkawinan dua aplikator terbesar di Asia Tenggara ini juga sempat dihitung.

Tech in Asia misalnya yang mengutip The Information, pada 25 Februari 2020 lalu mengungkap kedua 'musuh bebuyutan' itu masih jauh dari kata sepakat untuk merger. Menurut pemberitaan Tech in Asia itu, perkawinan antara Grab dan Gojek ini masuk akal, bahkan sangat menguntungkan.

Dari perhitungan yang dilakukan Tech in Asia, perusahaan hasil merger itu bisa menghasilkan omzet hingga US$ 16,7 miliar (sekitar Rp 240 triliun) setahun dengan valuasi hingga US$ 72 miliar atau sekitar Rp 1.000 triliun (kurs Rp 14.500/US$) di 2025.

Meski begitu, kabarnya masih banyak yang harus dibahas lebih lanjut seperti valuasi perusahaan dan lain-lain.

Selain itu, menurut sumber tersebut, Grab sudah melaporkan ke para investornya jika Gojek minta 50% kepemilikan saham di perusahaan baru hasil 'perkawinan'. Sementara Grab ingin menguasai penuh perusahaan baru ini.

Halaman


Simak Video "Gojek Kembangkan Fitur Baru untuk Cegah Order Fiktif"
[Gambas:Video 20detik]

(acd/eds)