Trump Tak Setuju TikTok Masih dalam Kendali ByteDance

Auliia Damayanti - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2020 12:22 WIB
President Donald Trump speaks with reporters as he walks to Marine One on the South Lawn of the White House, Tuesday, Sept. 15, 2020, in Washington. Trump is en route to Philadelphia. (AP Photo/Alex Brandon)
Foto: AP Photo/Alex Brandon
Jakarta -

TikTok baru-baru ini dikabarkan telah dibeli oleh perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat Oracle. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak terima jika TikTok masih sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan induknya di China, ByteDance.

Dikutip dari CNN, Kamis (17/9/2020) sebuah laporan dari Financial Times menunjukkan proposal ByteDance dan Oracle dapat membuat ByteDance mempertahankan saham mayoritas di TikTok. Mendengar kabar tersebut, Trump menentang bila ByteDance mempertahankan saham dan kendali di TikTok.

"Secara konseptual, saya dapat memberi tahu Anda bahwa saya tidak suka itu. Jika itu masalahnya, saya tidak akan senang dengan itu," tegas Trump.

Hingga saat ini proposal dari ByteDance dan Oracle masih dalam evaluasi pemerintah AS. Mengingat TikTok dianggap dapat mengganggu keamanan nasional AS.

Trump mengatakan akan memberikan arahan terkait proposal tersebut pada Kamis ini. Dia menekankan bahwa secara keseluruhan harus menyangkut keamanan nasional AS.

"Itu harus 100% sejauh menyangkut keamanan nasional. Saya harus melihat kesepakatannya," ujar Trump.

Trump juga menyatakan keterkejutannya bahwa secara hukum AS tidak bisa mendapatkan sebagian besar keuntungan dari TikTok.

"Saya ingin sebagian besar uang itu masuk ke pemerintah Amerika Serikat dan para pengacara kembali kepada saya dan berkata ada tidak ada cara untuk melakukan itu," kata Trump.

(fdl/fdl)