PSBB Jakarta Jadi Sinyal RI Bakal Resesi

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2020 15:48 WIB
Pasar dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan menetapkan batasan kapasitas paling banyak 50 persen pengunjung. Begini penampakannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 14 September 2020. PSBB jilid II ini banyak yang mengkhawatirkan mengenai hasil akhirnya dalam menekan angka penyebaran dan dampaknya terhadap ekonomi.

Pasalnya, DKI Jakarta memiliki kontribusi sekitar 18% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau perekonomian nasional. Dalam kebijakan ini ada beberapa peraturan yang membatasi kegiatan baik masyarakat maupun dunia usaha.

Peneliti dari Institute for Development od Economics and Finance (Indef) Izzudin Farras mengatakan ada beberapa negara yang berhasil dan gagal menerapkan PSBB jilid II.

"Lockdown 2.0 yang berhasil ada Beijing dan yang gagal karena masih berlangsung penerapannya hingga saat ini adalah Melbourne," kata dia dalam acara diskusi online Indef, Kamis (17/9/2020).

Dia menceritakan, kesuksesan Beijing menerapkan lockdown jilid II dikarenakan adanya intervensi pemerintah dalam mengatur pergerakan masyarakat. Khususnya di lokasi pertama kali munculnya gelombang kedua kasus penyebaran COVID-19.

"Lalu yang dilakukan pemerintah Beijing dan pemerintah China, orang yang pergi dari dan ke Beijing harus diisolasi selama 2 minggu. Artinya pemerintah kota Beijing dan pemerintah China menyediakan fasilitas khusus isolasi mandiri," ujarnya.

Selain itu, pemerintah Beijing dan China juga melakukan tes swab dalam skala besar di wilayah terjadinya gelombang kedua penyebaran terjadi. "Nah ini yang akhirnya menyebabkan kasus di Beijing itu bisa terkendali kembali ketika awal terjadi di China sekitar Januari-April," jelasnya.

Sementara yang gagal, dikatakan Farras keputusan PSBB jilid II di Melbourne diakibatkan masyarakatnya yang tidak patuh terhadap kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah kotanya.

"Apa dampaknya karena masyarakat tidak patuh, contohnya ada masyarakat sayap kanan justru demo untuk membuka lockdown, dan tidak hanya itu mereka juga tidak pakai masker dan ini menyebabkan lockdown masih dilakukan. Ini pelajaran keberhasilan dan kegagalan di kota besar di dunia, best practice terjadi di Beijing, di Melbourne gagal," tambahnya.

Bagaimana dengan penerapan PSBB jilid II di DKI Jakarta? klik halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2