Kemenkeu Ungkap Alasan Bambang Trihatmodjo Dicekal ke Luar Negeri

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 05:59 WIB
Bambang Trihatmodjo Putra ketiga mantan Presiden RI HM. Soeharto dan Siti Hartinah. File/detikFoto.
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara soal gugatan Bambang Trihatmodjo kepada Menteri Keuangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Bambang dicekal ke luar negeri terkait SEA Games 1997.

Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo pencekalan kepada putra Presiden ke-2 RI Soeharto berhubungan dengan utang-piutang negara terkait SEA Games 1997.

"Terdapat piutang negara yang belum dibayar atau dilunasi," ujar Yustinus kepada detikcom, Kamis (17/9/2020).

Menurut Yustinus, pencekalan terhadap Bambang Trihatmodjo bisa saja dicabut asal yang bersangkutan melunasi utangnya terlebih dahulu.

"Pada prinsipnya pencekalan dapat dicabut apabila dilakukan pelunasan, dilakukan pembayaran atas piutang negara tersebut," tegasnya

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Rahayu Puspasari. Rahayu menambahkan, pencekalan terhadap Bambang merupakan usulan dari pembinaan Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) DKI Jakarta.

"Bambang TH dicegah bepergian ke luar negeri atas usulan PUPN DKI karena Bambang TH mempunyai tanggungan yang belum dikembalikan ke negara," kata Rahayu.

Sebelum ada upaya pencekalan, sambung Rahayu, PUPN DKI Jakarta sudah memanggil dan memperingati Bambang Trihatmodjo terkait hal tersebut. Namun, tak diindahkan oleh yang bersangkutan

"Sebelumnya PUPN DKI telah memanggil beberapa kali atau memperingatkan yang bersangkutan, namun tidak pernah hadir memenuhi panggilan tersebut. Setelah beberapa pemanggilan yang tidak dipenuhi ini, PUPN mengajukan pencekalan terhadap Bambang TH. Ini sesuai ketentuan yang berlaku," terangnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2