Diam-diam, RI Kirim 21 Anak Muda ke China Berguru Teknologi Ini

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 19 Sep 2020 14:32 WIB
Pertama kali dibuka sejak 7 bulan, semua sekolah dan taman kanak-kanak kembali dibuka di Wuhan, China.
Ilustrasi/Foto: AP Photo
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan 21 anak muda Indonesia dikirim ke China dalam rangka meningkatkan keterampilan khususnya di bidang teknik. Mereka diharapkan bisa menguasai teknologi khususnya di pertambangan yang nantinya bisa dipraktekan pada sistem hilirisasi tanah air.

"Karena mereka mau teknologi transfer, sekarang kita sudah kirim 21 anak Indonesia ke China," ungkap Luhut saat menjadi pembicara kunci di acara Kuliah Umum FEB UI secara virtual yang dikutip dari akun YouTube Humas FEB UI, Sabtu (19/9/2020).

Di China, Luhut mengatakan, 21 anak muda Indonesia ini belajar mengenai cara mengekstrak cobalt dari bahan mentah nikel.

"Jadi semacam ini berpuluh-puluh tahun tidak kita pikirkan, sekarang pemerintahan Joko Widodo lakukan itu, dan itu yang kita kerjakan dan kita harapkan sampai pada titik yang kuat sampai term-nya Presiden Joko Widodo," ujar Luhut.

Sebelumnya, Luhut mengatakan kehadiran tenaga kerja asing (TKA) di tanah air karena kekurangan ahli teknik. Berdasarkan data Fakultas Teknik Universitas Indonesia, kebutuhan sarjana teknik di Indonesia mencapai 117.982 orang pada 2019.

Sementara yang tersedia hanya 20.635 orang. Sedangkan untuk lulusan D3 teknik, kebutuhannya mencapai 194.183 orang dan yang tersedia hanya 5.242 orang.

"Kalau orang ribut kenapa juga nggak pakai kita punya? Ini data kita ambil dari profesor Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Memang kita nggak punya Pak, kurang kita. Mungkin sarjana sosial hukum tapi di teknik kita kurang," kata Luhut dalam acara Sarasehan 100 Ekonom dengan tema Transformasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju dan Berdaya Saing, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

"Makanya sekarang kita fokus politeknik di Morowali, di Konawe, dalam bidang-bidang teknik dan politeknik di Bintan," sambung mantan Menko Polhukam itu.



Simak Video "Konflik China dan Taiwan Makin Meruncing"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)