Anggaran PEN Bisa Terserap 100% hingga Akhir Tahun?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 19 Sep 2020 22:15 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara hingga pertengahan September realisasi anggaran PEN sudah mencapai 36% dari total pagu Rp 695,2 triliun. Bisakah hingga akhir tahun ini terserap 100%

"Kalau sudah 36%, apakah mungkin mencapai 100%? Sangat mungkin, karena beberapa program sudah dibayarkan secara bulanan," ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam diskusi virtual, Sabtu (19/9/2020).

Dia menyebutkan misalnya bantuan sosial untuk mendorong daya beli masyarakat melalui program keluarga harapan (PHK) atau kartu sembako setiap bulannya. Selain itu kini program Kartu Prakerja yang masih berjalan dan belum dibayarkan ke penerima.

Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi Program Kartu Prakerja hingga 17 September 2020 adalah terdapat >26 juta pendaftar dari 514 Kabupaten/Kota; >4,68 juta penerima Kartu Prakerja; 2,39 juta peserta menyelesaikan pelatihan; dan 1,45 juta peserta telah menerima insentif.

Selain itu, dalam upaya transformasi ekonomi, RUU Cipta Kerja terus didorong sebagai kebijakan yang sangat strategis. RUU ini ditujukan untuk mampu memulihkan dan memperbaiki perekonomian nasional, terutama pada masa pandemi dan pascapandemi COVID-19.

"RUU Cipta Kerja sedang dalam pembahasan di DPR RI. Pemerintah berharap bisa mengurangi obesitas di regulasi dan memperbaiki iklim penciptaan lapangan pekerjaan. Tentunya juga dengan timing yang tepat, diharapkan ekonomi bisa pulih dan investasi bisa kembali masuk ke tanah air," ujar dia.



Simak Video "Pemerintah Realisasikan 36,6% Anggaran Program Pemulihan Ekonomi "
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)