Babak-belur Bisnis Pesta Pernikahan, Omzet Anjlok 90%

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 20 Sep 2020 16:54 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun Indonesia (APPGINDO) Andie Oyong mengungkapkan industri penyedia jasa pesta pernikahan babak-belur dihajar pandemi COVID-19. Sebab, dilarangnya pesta pernikahan imbas merebaknya virus Corona membuat omzet mereka anjlok.

"Kalau ditanya omzet turunnya bisa hampir 100%. Kalau kondisinya saat ini belum bisa rebound, belum bisa menutupi kerugian yang dari April itu," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (20/9/2020).

Dia menjelaskan sebenernya saat PSBB di Jakarta dilonggarkan pada masa transisi, bisnis jasa pesta pernikahan sudah mulai bergairah lagi, di mana omzet mereka mencapai 15% dibandingkan sebelum pandemi.

Sayangnya mulai 14 September, PSBB di Jakarta kembali diperketat dan pernikahan hanya boleh diselenggarakan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan kantor catatan sipil. Itu membuat omzet mereka tergerus 90%.

"Sekarang (omzet) turun lagi, ya mungkin saat ini kita cuma ada 10%, 10% kita punya omzet ya berarti turunnya 90%," sebutnya.

Sementara bisnis jasa pernikahan di luar Jakarta sudah kembali bergairah karena daerahnya telah memperbolehkan dilaksanakannya pesta pernikahan.

"Daerah-daerah penyangga sih kayaknya Bogor, Tangerang kalau ditanya mereka sekarang sedang menikmati masanya karena sudah boleh (berkegiatan) dengan pembatasan. Mereka lagi merasakan manisnya dibandingkan DKI Jakarta ini yang babak-belur," tambahnya.



Simak Video "Resepsi di Tengah Pandemi Bawa Angin Segar untuk WO"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)