Dear UMKM, Ini Teman yang Bisa buat Bisnis Tetap Cuan Saat Pandemi

Angga Laraspati - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 16:07 WIB
ilustrasi anak muda bisnis
Foto: shutterstock
Jakarta -

Di masa pandemi kali ini, ekonomi seakan terhempas oleh sebuah badai yang membuat beberapa usaha terpuruk. Tak hanya perusahaan-perusahaan besar, usaha kecil dan menengah (UMKM) yang menyumbang 60% untuk ekonomi Indonesia juga terkena imbasnya.

Hal ini membuat beberapa UMKM mulai mencari cara untuk dapat lepas dari jaring kesulitan akibat pandemi ini lewat berbagai cara salah satunya dengan digitalisasi. Namun, hal itu bukan perkara yang mudah, karena beberapa UMKM membutuhkan partner atau teman dagang yang tepat untuk mengembangkan bisnis di masa pandemi.

CEO Youtap Indonesia Herman Suharto mengatakan jumlah UMKM di Indonesia bisa dikatakan sangatlah banyak yaitu sekitar 64,2 juta. Namun, beberapa dari mereka banyak yang belum melek digital, inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.

"Waktu saya liat market UMKM, itu saya mikir harus ada yang mengertikan mereka nih. Nah, inilah yang menginspirasi Youtap untuk memberikan solusi dari sisi UMKMnya. Jadi justru layanan kita ini lebih kepada UMKM. Termasuk misalnya di (era) digitalisasi ini lagi marak transaksi non tunai (QR Code), " ungkap Herman dikutip dari podcast Tolak Miskin by detikfinance, Kamis (17/9/2020).

Lebih lanjut, Herman menuturkan sebenarnya yang dibutuhkan oleh para pedagang kecil tersebut adalah teman dagang. Mengapa begitu? karena menurut Herman banyak pedagang di Indonesia yang merasa kesepian karena melakukan semuanya itu sendirian.

"Mereka ngelakuin sendiri dari jaga toko, buka tutup warung itu mereka lakukan sendirian. Ini juga yang menginspirasi Youtap untuk dapat menjadi teman dagang bagi para pelaku UMKM," tutur Herman.

Herman membeberkan sebenarnya UMKM di Indonesia itu juga bisa menjadi lebih maju dari sebelumnya, sehingga diharapkan UMKM ini akan berkembang menjadi merchant-merchant besar yang sudah ada. Menurut Herman, bagi UMKM yang ingin berkembang intinya adalah bisa menjual dagangan lebih banyak dari sebelumnya.

"Nah itu yang kita provide, jadi kita beri solusi mulai dari merchant itu mengelola dagangannya, memproses transaksi baik itu tunai maupun non tunai, sampai memberikan analisa yang akan diberikan via whatsapp," jelas Herman.

Herman menambahkan solusi dari Youtap juga sudah dipakai oleh beberapa enterprise besar sampai dengan merchant yang kecil. Youtap pun memboyong solusi untuk enterprise besar ke UMKM atau merchant kecil agar lebih maju dan berkembang.

"Jadi Youtap ini kan sekarang sudah dipakai merchant enterprise besar seperti McDonalds. Nah, sistem yang sama kita dorong ke merchant-merchant mikro yang di mana sampai saat ini ada 60 ribu merchant mikro yang sudah mengadopsi layanan dari Youtap," pungkas Herman.

(ega/hns)