Ada Nelayan Terdampak Proyek Patimban, Jokowi Minta KKP Beri Kapal

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 10:44 WIB
Presiden Jokowi meninjau proyek Pelabuhan Patimban (Andhika-detikcom)
Foto: Presiden Jokowi meninjau proyek Pelabuhan Patimban (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proyek pembangunan Pelabuhan Patimban dipercepat. Sebab dia yakin pelabuhan ini akan melengkapi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang ada di Jawa Barat.

Namun dia juga meminta agar para nelayan yang terdampak dari proyek ini diperhatikan. Jokowi meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan seperti kapal.

"Saya juga ingin mengingatkan agar betul-betul diperhatikan dampak sosial ekonomi Pelabuhan Patimban ini bagi nelayan. Ini Tolong dilihat betul. Kalau memerlukan dukungan sarana dan prasarana untuk kapal misalnya bagi para nelayan yang terdampak ini agar KKP ini bisa memberikan bantuannya kepada para nelayan," ujarnya saat membuka rapat terbatas virtual, Selasa (22/9/2020).

Jokowi juga mengingatkan agar jalankan strategi besar dalam pengembangan pelabuhan-pelabuhan utama yang ada di Indonesia. Dia meminta agar pelabuhan-pelabuhan utama bisa saling terkonsolidasi tanpa adanya persaingan.

"Agar strategi besar arah pengembangan pelabuhan-pelabuhan utama kita yang kita miliki termasuk Patimban, Tanjung Priok dan juga 28 Pelabuhan utama lainnya betul-betul terkonsolidasi. Sehingga arah ke depan pengembangannya itu menjadi konkret dan jelas," ujarnya.

"Mempunyai segmen yang saling komplementer saling mengisi dan kita harapkan langkah konsolidasi ini akan mempercepat pertumbuhan sentra-sentra ekonomi regional dan dan juga memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik, membuat produk-produk Ekspor kita semakin efisien dan semakin kompetitif saya saya itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan," tambah Jokowi.

Sebelumnya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat dapat diselesaikan untuk tahap I konstruksinya pada bulan Oktober 2020.

Dengan begitu pelabuhan bisa melakukan soft launching dan bisa mulai beroperasi pada November 2020.

"Kami berharap semua pihak kerja keras agar Pelabuhan Patimban ini mulai dapat beroperasi pada November 2020," kata Budi Karya, dalam keterangannya, Minggu (9/8/2020).

(das/zlf)