Andre Rosiade Sebut Ada Wamen BUMN ke-3

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 15:35 WIB
Erick Thohir dan Andre Rosiade/Dok Istimewa
Foto: Erick Thohir dan Andre Rosiade/Dok Istimewa
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi Gerindra Andre Rosiade menyinggung Menteri BUMN Erick Thohir soal kehadiran sosok yang seolah berperan sebagai Wakil Menteri BUMN ke-3, atau Juru Bicara (Jubir) Kementerian BUMN. Padahal, di Kementerian BUMN sendiri hanya ada dua Wamen, yakni Kartika Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin.

Ia bahkan meminta Erick untuk memberi nasihat kepada sosok yang dianggapnya seperti Wamen BUMN ke-3 itu, tak hanya diberi masukan.

"Harapan saya yang bermasalah jangan hanya dipanggil untuk diberi masukan, tapi diberi nasihat Pak Menteri, jangan takut, Pak. Wamen 3 itu nggak takut itu di media. Jadi diluruskan yang salah. Jangan takut sama buzzer, saya dikejar buzzer setiap hari cuek saja. Wamen 3 sebagai Jubir Kementerian BUMN agak takut sedikit itu untuk meluruskan hal-hal yang bengkok," kata Andre kepada Erick di dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Andre juga menyinggung sosok itu membuat gaduh. Ia meminta Erick menyelesaikan persoalan itu.

"Di Republik Indonesia ini semua punya saham, nggak hanya satu orang yang punya saham. Nggak ada yang kuat di Republik Indonesia ini. Kalau salah, bikin gaduh, sikat Pak Menteri!" tegas Andre.

Seperti diketahui, Andre juga sebelumnya meminta kepada Erick untuk meredakan kegaduhan, yang dinilainya berasal dari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Dalam hal ini, Andre menyinggung Ahok yang membeberkan sejumlah 'aib' Pertamina.

"Harapan kita kegaduhan ini bisa berkurang. Pak Ahok bisa memahami. Pak Erick yang bertemu Pak Ahok bisa memberitahukan ada aturan, etika bagi pejabat BUMN. Tidak bisa pejabat BUMN tidak bisa melaksanakan etika jabatannya, atau aturan korporasi dengan bicara sembarangan. Jadi harapan kita Pak Erick bisa memberikan nasihat soal hal itu kepada Pak Ahok," kata Andre, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, Erick sebagai pembina dari Ahok bisa menerangkan etika pejabat BUMN kepada Ahok. Sementara, Ahok sebagai Komut Pertamina bisa merekomendasikan pemecatan direksi apabila memang terbukti melakukan kesalahan.

"Menteri BUMN adalah pembina dari Pak Ahok. Dan Pak Ahok bisa menjadi Komut karena memang titipan dari Menteri BUMN kan. Harapan kita, pertemuan kemarin Pak Ahok bisa memahami tupoksi beliau sebagai Komut. Dan yang perlu diketahui, Komut ini bisa merekomendasikan pemberhentian direksi. Jadi kalau ada direksi yang bermasalah, kalau Pak Ahok punya bukti ya silakan rekomendasikan pemecatannya kepada Kementerian BUMN, bukan teriak-teriak di luar," tutur dia.

(ara/ara)