3 Fakta Restoran Besar Rela Ngemper demi Bertahan

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 17:30 WIB
Gaya Restoran Dagang di Pinggir Jalan
Foto: Gaya Restoran Dagang di Pinggir Jalan (Achmad Dwi Afriyadi/detikcom)
Jakarta -

Demi bertahan di tengah gempuran pandemi COVID-19, beberapa restoran besar memutuskan untuk menerjunkan karyawannya untuk berjualan di jalan raya alias 'ngemper'.

Berikut fakta-fakta hasil dari reportase detikcom:

1. Cerita Pekerja Restoran yang Terjun Ngemper

Anwar, bukan nama sebenarnya, kini harus rela panas-panasan untuk bekerja. Karyawan freelance Pizza Hut Delivery (PHD) ini punya tugas baru yakni menjual pizza di pinggir jalan. Aktivitas ini sudah mulai dilakoni Anwar sejak Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Pas PSBB yang pertama. Sekitar Juni udah pada turun ke jalan," kata Anwar di sela kesibukannya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2020).

Dia bercerita, mulanya hanya kurir pengantar pizza biasa. Namun, kemudian perusahaan mengambil kebijakan baru sehingga ia dan kawan-kawannya terjun ke jalan untuk jualan pizza.

Outletnya sendiri terletak di Bendungan Hilir. Ia sengaja menjual di kawasan Kebayoran Lama karena wilayah ini cukup ramai. Pizza yang ia jual Rp 16.500 untuk satu porsi. Biasanya, Anwar membawa 30 box sekali angkut.

"Kita biasa bawa 30 box. Kalau habis alhamdulilah, kalau nggak dibawa outlet," terangnya.

Memang, dia mengaku ada plus minus saat mesti terjun ke jalan. Dia mengaku, yang tidak enak ialah ia harus berusaha ekstra karena harus panas-panasan saat berjualan. Meski begitu, ia juga mengaku bersyukur karena ia dan rekannya bekerja tidak ada yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Untungnya alhamdulilah nggak ada PHK di PHD. Sebenarnya yang lebih berat anter (biasa) terlambat aja diomelin. Tapi ini nggak enaknya pas jualan panas-panas gini," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Nasib Mal di DKI Dalam PSBB Berkepanjangan"
[Gambas:Video 20detik]