Indonesia Resesi Bulan Depan, Apa Sih Artinya?

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 17:46 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Ilustrasi resesi bursa saham anjlok/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Resesi hampir pasti dialami Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia akan resmi mengalami resesi bulan depan. Sebab dia meyakini pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 akan kembali negatif.

Kata resesi ekonomi sering menjadi momok yang menakutkan. Tapi apa si sebenarnya resesi itu?

Resesi adalah roda ekonomi sedang istirahat. Sama istilahnya dengan reses, yakni masa periode persidangan diistirahatkan. Ketika ekonomi sedang istirahat maka perputaran roda ekonomi akan melambat atau bahkan berhenti.

The National Bureau of Economic Research (NBER) mendefinisikan resesi sebagai penurunan yang signifikan dari kegiatan ekonomi secara merata. Kondisi itu berlangsung lebih dari beberapa bulan yang biasanya tercermin dalam produk domestik bruto (PDB), indikator pendapatan riil, lapangan kerja, tingkat produksi industri hingga penjualan di tingkat eceran atau konsumsi masyarakat.

Dengan penjelasan itu NBER juga mengartikan resesi ekonomi terjadi ketika dunia usaha berhenti berkembang, pertumbuhan ekonomi 0% atau bahkan minus selama 2 kuartal berturut-turut, pengangguran naik hingga harga properti yang turun akibat tidak adanya daya beli.

Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad juga menjelaskan hal yang sama. Indikatornya juga bisa dilihat dari produksi industri turun, pengangguran meningkat hingga perdagangan ritel yang turun selama 2 kuartal berturut-turut.

"Ya seperti sedang istirahat, teorinya kan business cycle ada puncak ada penurunan. Nah penurunannya apakah sudah di titik terbawah dan balik lagi, atau turunnya masih berlanjut selama 2 kuartal sehingga kita masuk masa resesi," terangnya kepada detikcom.

Pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia sudah -5,32%. Sementara di kuartal III-2020 yang berakhir di bulan ini diprediksi oleh Sri Mulyani akan minus 1,7% sampai minus 0,6%. Jika prediksi itu benar maka RI resmi resesi.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]