Disneyland Hong Kong Dibuka Lagi, Bagaimana Protokolnya?

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 10:30 WIB
Disneyland Hong Kong yang kembali dibuka 18 Juni lalu kini kembali ditutup. Ditutupnya tempat wisata itu karena meningkatnya jumlah COVID-19 baru di Hong Kong.
Disneyland Hong Kong/Foto: Getty Images/Billy H.C. Kwok
Jakarta -

Disneyland Hong Kong akhirnya akan diizinkan untuk dibuka kembali Jumat pekan ini. Sebelumnya, taman hiburan itu sempat ditutup untuk kedua kalinya akibat tingginya kasus pandemi COVID-19.

Dikutip dari CNBC, Rabu (23/9/2020) pembukaan Disneyland Hong Kong dilakukan setelah negara itu melonggarkan pembatasan COVID-19. Pekan lalu, negara itu mengalami penurunan kasus. Setelah 2 juta orang dites COVID-19 hanya ditemukan 42 kasus.

Meski diizinkan dibuka, Disneyland Hong Kong harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para tamu akan diminta untuk memakai masker dan semua pertunjukan live dibatalkan. Selain itu, taman akan ditutup pada hari Selasa dan Kamis.

Pembukaan kembali Disneyland Hong Kong merupakan perkembangan positif bagi Disney. Namun, sulit bagi perusahaan untuk membuka kembali taman lain, khususnya di Amerika Serikat (AS).

Disney World di Florida diberikan izin membuka kembali taman hiburannya pada bulan Juli. Sedangkan dua Disneyland di California telah ditutup selama lebih dari enam bulan. Sebelumnya taman di Anaheim akan dibuka Juli lalu, tetapi lonjakan kasus COVID-19 menyebabkan pemerintah California mencabut izin.

Penutupan sejumlah taman hiburan Disney di AS menjadi pukulan finansial yang berat bagi perusahaan. Mengingat sebagian besar pendapatan perusahaan dari Disneyland AS. Saham Disney, yang memiliki nilai pasar US$ 229 miliar setara Rp 3.300 triliun (kurs Rp 14.700) turun 12% sejak awal tahun. Saham naik sekitar 1% dalam perdagangan Selasa kemarin.

Disneyland adalah bagian dari segmen yang lebih luas dari sekadar taman. Tetapi juga mencakup hotel, jalur pelayaran, dan barang dagangannya. Tahun lalu, segmen ini menyumbang 37% dari total pendapatan perusahaan sebesar US$ 69,6 miliar (Rp 1.033 triliun).

Kepala Disney World Josh D'Amaro mencatat lebih dari 80.000 orang bergantung pekerjaan di Disneyland. D'Amaro mendorong pemerintah California untuk memperlakukan taman hiburan dengan adil seperti sektor lain agar Disney tetap dibuka.

"Bantu kami membuka kembali. Kami membutuhkan pedoman yang adil dan merata untuk lebih memahami masa depan kami. Semakin lama kita menunggu, semakin menghancurkan dampaknya bagi komunitas Orange County dan Anaheim," ujar D'Amaro.

D'Amaro mengungkap Disneyland di Florida berhasil menjadi sorotan di Paris, Shanghai, dan Jepang. Perusahaan membuktikan jika Disney dibuka perusahaan tetap menjalankan langkah-langkah keamanan. Seperti wajib masker, semua sisi taman ada tempat cuci tangan. pemesanan makanan secara online, dan pembayaran non-tunai.

(ara/ara)