Tes COVID di RI Belum Merata, Paling Banyak di Jakarta

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 16:47 WIB
Petugas PPSU Bukit Duri menyelesaikan pembuatan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Senin (31/8/2020). Mural tersebut dibuat agar meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas karena masih tingginya angka kasus COVID-19. Jumlah kasus harian Corona di DKI Jakarta pada minggu 30 Agustus 2020 memecahkan rekor dan menembus lebih dari 1.100 kasus per hari.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengaku jumlah tes COVID-19 belum merata. Kegiatan tes masih lebih banyak di DKI Jakarta. Dia bilang peningkatan jumlah tes memiliki peran penting terhadap penanganan Corona dan pemulihan ekonomi nasional.

Dia bilang, jumlah testing di Indonesia sudah mencapai sekitar 31.000 orang atau masih di bawah standar yang ditetapkan WHO. Sementara jumlah spesimen yang sudah dites mencapai 43.896.

"Saya perlu sampaikan per jumlah penduduk itu kalau kita rata-rata perlunya sekitar 38.500 orang diperiksa per hari sekarang sudah 31 ribu tinggal 8.000 orang lain per hari meskipun ini tidak konsisten kadang-kadang naik turun," kata Widi dalam video conference, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Tapi perlu diingat mungkin hampir 50% test yang 43 ribu itu disumbangkan DKI Jakarta, artinya kita tidak boleh berpuas kita sudah dekat dengan standar WHO, tapi sebenarnya belum rata di seluruh Indonesia," tambahnya.

Dia bilang, peningkatan tes COVID-19 harus dilakukan khususnya di sekitar delapan provinsi yang saat ini dinyatakan sebagai penyumbang terbanyak kasus Corona di Indonesia.

Menurut dia, persoalan mengenai kesiapan laboratorium pengetesan di tanah air sudah meningkat drastis jumlahnya. Saat ini sudah ada sekitar 343 laboratorium yang bisa melakukan tes PCR dan PCM.

"Fokus ke yang angkanya besar supaya angkanya turun dan penularannya juga turun," jelasnya.

Dengan begitu, dikatakan Wiku pemerintah akan terus mengkampanyekan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker, serta 3T yaitu testing, tracing, dan treatment. Selain itu, pemerintah juga mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah agar lebih responsif dalam menangani kasus COVID di wilayahnya masing-masing.

"Ini challange leadership seluruh Indonesia, tadi ada juga latihan gas res ekonomi kesehatan itu kan baru sekarang ada, dan memang belum ada pelatihan kepada seluruh pimpinan daerah, learning by doing saja sekarang," katanya.

Perlu diketahui, kasus positif virus Corona di Indonesia bertambah 4.465 hari ini. Dengan penambahan tersebut, total kasus positif COVID-19 di Indonesia hingga hari ini mencapai 257.388.

Data tersebut berdasarkan perkembangan situasi COVID-19 harian yang dirilis Kementerian Kesehatan melalui situs kemkes.go.id pada Rabu (23/9/2020). Data ini dihimpun hingga pukul 12.00 WIB dan diupdate secara berkala setiap harinya.

Angka kasus positif hari ini memecahkan rekor sebelumnya, di mana pada 21 September rekor tambahan kasus positif harian mencapai 4.176. Pasien sembuh hari ini mengalami penambahan 3.660. Sehingga totalnya menjadi 187.958.

Sementara pasien yang meninggal per hari ini bertambah 140 orang sehingga kasus pasien yang meninggal akibat COVID-19 di Indonesia hingga saat ini berjumlah 9.977.

Per hari ini, pemerintah juga memantau 109.541 pasien suspek COVID-19. Pemerintah juga telah memeriksa 38.181 spesimen per hari ini.



Simak Video "Psikis Sangat Mempengaruhi Imun Tubuh di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)