Viral! Pelamar Kerja Berdesakan Tak Peduli Protokol Corona

Andika Tarmy - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 16:36 WIB
Viral pelamar kerja di Sragen menumpuk tak peduli protokol kesehatan
Foto: Istimewa: Viral pelamar kerja di Sragen menumpuk tak peduli protokol kesehatan
Sragen -

Sebuah video berisi puluhan orang berdesakan diduga sedang melamar kerja pada sebuah pabrik di Masaran, Sragen, ramai beredar di media sosial. Video berdurasi 23 detik tersebut menggambarkan para pelamar kerja yang saling bersaing memasukkan lamaran hingga melupakan protokol kesehatan.

Bukannya menjaga jarak, puluhan pelamar laki-laki dan perempuan itu tampak saling berdesak. Dengan membawa map berwarna cokelat, para pelamar berebut saling mendahului. Dalam video sempat terlihat pelamar yang terjatuh hingga nyaris terinjak pelamar lain.

Video tersebut beredar di berbagai jejaring media sosial, salah satu di antaranya diunggah akun Instagram ICWS_infocegatanwilayahsragen. Selain mengunggah video, akun tersebut menyertakan caption:

"Susahnya mencari pekerjaan. Antri dari jam 1 dini hari demi untuk mendapatkan pekerjaan. Lokasi Pabrik Boneka di Masaran Sragen," unggah akun tersebut.

Hingga pukul 14.25 WIB, Rabu (23/9), unggahan tersebut sudah dilihat 4.954 kali dan mengundang 81 komentar netizen. Sebaian netizen menyayangkan aksi saling berdesakan yang membahayakan mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang masih melanda.

"Memicu munculnya klaster covid baru.. ya Allah.. ga bs ya pabrik bonekanya pake cara rekruitmen online. harusnya mengumpulkan massa di tengan pandemi bisa ditindak tegas nih," kata akun rhiepratiwi.

"Covid-19 memang jelas diabaikan," tambah akun danwikas dengan menyertakan emoticon sedih.

Camat Masaran hingga Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen buka suara. Langsung klik halaman selanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Masaran Agus Winarno, mengaku sedang melakukan pengecekan ke lapangan. Menurutnya, saat ini kondisi di pabrik sudah tidak ada kerumunan.

"Info awalnya, setiap hari pihak manajemen itu hanya memberikan kuota warga yang memasukkan lamaran hanya 50 orang. Artinya setelah 50 (pelamar) selesai, yang lain suruh pulang besok lagi," terangnya.

Kebijakan tersebut, lanjut Agus, ditempuh untuk menghindari kerumunan. Namun pada kenyataannya, kerumunan masih tetap terjadi.

"Sebenarnya masalah kerumunan tidak hanya di sini, di mana-mana masyarakat banyak yang tidak patuh. Makanya kedatangan kami bersama satgas COVID-19 kecamatan ini minta konfirmasi sekaligus nanti ada beberapa hal yg akan kami sampaikan," ungkap Agus.

Sementara Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen Afif Ajiputra mengaku pihaknya tidak mendapatkan laporan tentang perekrutan tenaga kerja yang dilakukan pihak pabrik. Menurutnya, seluruh kegiatan harus selalu mengindahkan protokol kesehatan.

"Barusan saya juga dengar info itu. Itu nggak dilaporkan ke Disnaker sehingga Disnaker nggak ngerti. Begitu dapat info kan langsung melacak ke sana, ternyata ada selebaran itu 500 (lowongan) katanya," paparnya.

Menurut Afif, pihaknya sedang berusaha mengkonfirmasi pihak perusahaan. Langkah-langkah selanjutnya masih menunggu perkembangan hasil konfirmasi.

"Perusahaan harus melaksanakan itu (protokol kesehatan), tapi kalo massa datang banyak kan tentunya perlu bantuan dari aparat. Kalau dia melapor dari awal, bisa disiapkan dengan baik," pungkasnya.

(hns/hns)