Singapura Mau Jual Tiket Khusus 'Urusan Bisnis'

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 21:30 WIB
Sejarah bandara changi
Foto: dok. Changi Airport
Jakarta -

Pemerintah Singapura akan uji coba tiket perjalanan baru khusus pengusaha atau petinggi perusahaan yang ingin melakukan kegiatan bisnis. Rencana ini digagas usai adanya relaksasi pembatasan terkait pandemi Corona.

Pada tahap awal, jumlah tiket perjalanan akan dibatasi dan para pelancong hanya diperbolehkan wira-wiri sesuai rencana perjalanan bisnis yang sudah diumumkan. Saat kembali, pemerintah Singapura mewajibkan para pengusaha untuk isolasi mandiri selama 14 hari baik di rumah sendiri atau di hotel.

"Idenya adalah untuk memungkinkan para eksekutif senior yang berbasis di Singapura dengan tanggung jawab regional atau internasional yang luas untuk memiliki sedikit fleksibilitas untuk bepergian karena alasan pekerjaan," ujar Kepala Gugus Tugas Singapura, Lawrence Wong seperti dikutip Reuters, Rabu (23/9/2020).

Singapura mencatat lebih dari 57.000 kasus COVID-19, sebagian besar yang terjangkit adalah pekerja yang tinggal di asrama. Namun, sebagian besar dari mereka yang terinfeksi sudah pulih.

Singapura merupakan negara pusat perbelanjaan regional Asia. Di sana banyak para petinggi perusahaan menjadikan hub bisnisnya untuk menjangkau beberapa negara lain.

"Namun para pelancong tersebut harus mematuhi kebijakan negara yang mereka kunjungi," tambahnya.

Selain itu, Singapura juga akan mulai meningkatkan batas jumlah kehadiran pada acara pernikahan dan bioskop. Pemerintah Singapura akan mencari cara untuk lebih menerapkan relaksasi pembatasan termasuk mengizinkan perjalanan dari negara-negara yang dianggap aman.



Simak Video "Ini Alasan Harga Tiket Pesawat Disubsidi Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)