Punya CEO Baru, WeWork Dapat Suntikan Modal Rp 2,9 Triliun

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2020 09:56 WIB
WeWork
Foto: Reuters
Jakarta -

Pemilik layanan penyedia kantor bersama, WeWork di China mendapat tambahan dana US$ 200 juta atau setara Rp 2,94 triliun (kurs Rp 14.700/US$) dari investor. Pihaknya telah menunjuk eksekutif pemegang saham Trustbridge Partners, Michael Jiang sebagai pejabat kepala eksekutifnya.

Perusahaan ekuitas swasta Trustbridge dan investor Singapura Temasek Holdings telah mengadakan pembicaraan dengan unit China dari startup co-working yang bermasalah mengenai peningkatan saham mereka di perusahaan untuk mengambil kepemilikan mayoritas.

Dilansir Reuters, Kamis (34/9/2020), penggalangan dana terbaru dipimpin oleh Trustbridge. Dia akan mengambil saham mayoritas di WeWork China, dan WeWork akan mempertahankan saham minoritas dengan kepentingan aktif dan partisipasi di WeWork China.

Startup yang berbasis di New York ini mengatakan bulan lalu telah memangkas tingkat 'bakar duit' hampir setengahnya dari akhir tahun lalu. Pihaknya memperoleh komitmen US$ 1,1 miliar dalam pembiayaan baru dari SoftBank Group Corp.

Perusahaan menunda penawaran umum perdana pada 2019 setelah investor semakin waspada terhadap kerugian, model bisnis, dan tata kelola perusahaan, yang selanjutnya mengarah pada pengunduran diri pendiri dan mantan CEO Adam Neumann.

WeWork telah mengalami perombakan manajemen yang sangat besar. Meski begitu, tetap saja terlibat dalam tuntutan hukum atas penawaran tender senilai US$ 3 miliar kepada pemegang saham yang ada.



Simak Video "Airlangga: 143 Perusahaan Asing Mau Investasi ke RI"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)