Lion Air Minta 'Jalan Keluar' soal Gugatan Rp 189 M, tapi Ditolak

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2020 16:47 WIB
Ilustrasi pesawat Lion Air
Lion Air/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait membenarkan adanya tunggakan pembayaran sewa pesawat kepada Goshawk Aviation Ltd. Masalah ini digugat di pengadilan London.

Edward mengatakan pihaknya telah berupaya untuk menjalin komunikasi dengan pemilik pesawat untuk menyelesaikan masalah ini namun ditolak.

"Kita kan komunikasi dengan mereka kita bilang kita cari jalan keluar karena ini pandemi, terus mereka bilang nggak bisa, ya udah mau gimana? Kita udah buka ruang untuk bicara kan keadaan begini. Jadi kita bicara bagaimana jalan keluarnya. Itu juga kita lakukan dengan lessor lain tapi tanggapannya positif," katanya kepada detikcom, Rabu malam (23/90/2020).

Terkait masalah ini, Edward menyatakan akan menyerahkan ke pada tim hukumnya. Dia menekankan, pihaknya tak pernah menunggak sebelumnya. Tunggakan kali ini terjadi karena Lion Air terdampak pandemi virus Corona.

"Kita tunggu aja proses hukumnya, kita cuma minta lawyer kita sampaikan informasi kepada pengadilan kalau sebelumnya kita nggak pernah nunggak kita mau bicarakan, belum lagi situasinya ini pandemi," terangnya.

Kembali, dia bilang, pihaknya telah mengajukan pembicaraan untuk menyelesaikan masalah ini namun ditolak.

"Jadi kalau you tanya benar ya memang benar. Tapi sebelumnya kami nggak pernah nunggak kita ajak omong mereka nggak mau, mereka mau bawa ke pengadilan, kalau suruh bayar kita nggak bisa bayar, mau pake apa?" ujarnya.

Sebagai informasi, dilansir Law360, perusahaan penyewa pesawat Goshawk Aviation menggugat Lion Air pada pengadilan litigasi di London, Inggris. Mereka menuntut Lion Air membayar US$ 12,8 juta (£ 10 juta) atau sekitar Rp 189 miliar (kurs Rp 14.800). Lion Air disebut berutang untuk biaya sewa tujuh pesawat Boeing 737.

(acd/ara)