Digerogoti Corona, Kekayaan Ratu Inggris Berkurang Rp 381 M

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 13:18 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 27:  Queen Elizabeth II and Prince Philip, Duke of Edinburgh leave Buckingham Palace in the Diamond Jubilee State Coach to travel to the Houses of Parliament for the State Opening on May 27, 2015 in London, England.  (Photo by Chris Jackson/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah memperburuk keuangan kerajaan Inggris. Kekayaan Ratu Elizabeth Alexandra Mary diprediksi akan hilang sekitar 20 juta poundsterling atau setara Rp 381 miliar (kurs Rp 19.000/pounds) per tahunnya untuk tiga tahun ke depan.

Hal itu disebabkan menurunnya pengunjung ke kediaman Ratu yang akan menghilangkan kekayaan Ratu 5 juta poundsterling. Selain itu keuntungan dari perkebunan kerajaan Inggris juga menurun.

Dikutip dari The Shepherd Gazette, Jumat (25/9/2020) laporan itu setelah diketahui keuangan Istana Inggris atau Istana Buckingham mengalami pukulan finansial senilai 35 juta pound sterling (Rp 666 miliar) akibat COVID-19.

Selain dampak pandemi COVID-19 ada dua pengeluaran kerajaan dengan jumlah yang cukup besar. Pertama, biaya perjalanan untuk Pangeran Harry dan Istrinya Meghan Markle ke Afrika Selatan senilai 245.643 poundsterling. Perjalanan itu dilakukan sebelum mereka menyatakan berhenti dari menjadi bagian dari kerajaan.

Pengeluaran termahal kedua kerajaan Inggris yakni penerbangan untuk Pangeran Charles senilai 210.345 poundsterling ke Oman untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian Sultan Haitham bin Tariq Al Said.

Pangeran Charles juga menghabiskan tagihan 20.822 poundsterling untuk menggunakan kereta kerjaan dalam perjalanan pulang pergi dari Kemble ke Carlisle. Selanjutnya dari Pangeran Andrew yang mengambil pinjaman senilai 16 ribu poundsterling untuk menghadiri turnamen golf di Irlandia Utara.

Dalam menghadapi tantangan keuangan ke depannya. Istana telah melakukan berbagai langkah, termasuk penundaan perekrutan, pembekuan gaji, dan menekan pengeluaran yang tidak penting.

Ratu akan menerima 86,3 juta poundsterling dari hibah pemerintah yang didanai pembayar pajak tahun depan untuk tugas resmi dan perbaikan istana. Meskipun keuntungan kerajaan diprediksi lebih rendah. Ratu akan menerima yang sama pada 2022-2023, karena berdasarkan formula pendanaan 2012, jumlahnya tidak akan pernah turun.



Simak Video "Digaji Rp 367 Juta, Ini Fasilitas Jadi Asisten Magang Ratu Elizabeth II"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)