Ekonomi Kontraksi di Q2, Airlangga: Masih Lebih Baik dari Negara Lain

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 15:38 WIB
Kemenko Perekonomian
Foto: dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan pandemi COVID-19 telah berdampak luar biasa bagi berbagai sektor. Tak hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah kemanusiaan yang berdampak serius terhadap aspek ekonomi, keuangan, sosial dan kehidupan.

Saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Pimpinan (RAKORPIM) Komite PC-PEN Airlangga memaparkan, pandemi telah mengakibatkan kontraksi ekonomi di hampir semua negara, termasuk Indonesia yang pada kuartal II lalu mencatatkan pertumbuhan yang terkontraksi sebesar 5,32%.

"Kondisi ini masih lebih baik dibandingkan dengan hampir semua negara lainnya seperti India -23,9%; Malaysia -17,1%; Filipina -16,5%; Singapore -12,6% dan Thailand -12,2%," ungkap Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2020).

Jika dilihat lebih detail dalam angka tersebut secara sektoral, Airlangga memaparkan sektor Transportasi dan Akomodasi/Makanan/Minuman di Indonesia mengalami kontraksi yang paling dalam masing-masing -30,84% dan -22,02%. Keduanya Mewakili sektor Kepariwisataan, yang terpukul dan terdampak paling parah akibat adanya pembatasan perjalanan dan menurunnya permintaan, akibat penyebaran COVID-19 di seluruh dunia.

Demikian pula apabila melihat secara regional, provinsi Bali dan Kepulauan Riau yang mewakili sektor Pariwisata, pada kuartal II 2020 mengalami penurunan dan kontraksi ekonomi yang sangat dalam, melebihi kontraksi ekonomi nasional.

"Provinsi Bali mengalami kontraksi-10,98% dan Provinsi Kepri kontraksi -6,66% pada kuartal II 2020," ujar Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga menuturkan secara global penyebaran COVID-19 telah terbesar di 215 negara dengan jumlah kasus terkonfirmasi sampai hari ini sebanyak 31 juta orang, dan lebih dari 970 ribu orang meninggal dunia.

"Sedangkan di Indonesia, jumlah kasus positif telah mencapai lebih dari 250 ribu kasus, 187 ribu lebih sudah sembuh, dan 9 ribu lebih meninggal dunia," tutur Airlangga.

Untuk mengatasi hal tersebut, Airlangga mengatakan pemerintah telah menyiapkan strategi, dan menetapkan berbagai kebijakan dan program, untuk tetap menggerakkan ekonomi, menjaga sumber penghasilan masyarakat, termasuk di sektor Pariwisata, dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

"Salah satunya apa yang kita lakukan pada hari ini, sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional, yang salah satunya mendorong belanja pemerintah, Komite PC-PEN bersama seluruh K/L Terkait, menyelenggarakan RAKORPIM Komite PC-PEN di Kawasan Wisata Lagoi," pungkas Airlangga.



Simak Video "Genjot Ekonomi RI, Satgas PEN Gelontorkan Rp 137 T"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)