Ancaman 5 Juta Pengangguran Saat RI Resesi Bisakah Dihindari?

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 20:30 WIB
Pengangguran
Foto: Fuad Hasim
Jakarta -

Pengusaha menyebutkan akan ada tambahan 5 juta pengangguran apabila Indonesia resmi masuk jurang resesi. Ekonom menilai hal ini akan sulit dihindari.

Menurut Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad membludaknya pengangguran di Indonesia baru bisa diatasi apabila perekonomian telah membaik dari kondisi pandemi. Kondisi ekonomi saat ini menurutnya tidak bisa diharapkan.

"Wah sulit sekali dihindari ya, itu butuh perbaikan ekonomi secara menyeluruh. Pengangguran bisa berkurang kalau ekonomi membaik, kemungkinan kan 2021 atau 2022. Ekonomi saat ini juga belum recovery," ungkap Tauhid kepada detikcom, Jumat (25/9/2020).

"Ini butuh waktu lama. Tahun ini pemerintah juga sudah memprediksi resesi di Q-III, Q-IV juga mungkin masih minus, full year pun minus," katanya.

Dia menjabarkan, di tengah kondisi resesi, kinerja dunia usaha menurun. Alhasil pengusaha terpaksa harus melakukan efisiensi, paling berat memutus hubungan kerja karyawan alias PHK.

"Jadi kan sekarang banyak perusahaan omzet turun, keuntungan turun. Ujungnya, mereka melakukan efisiensi, paling sederhana mengurangi jam kerja, terburuknya melakukan PHK," jelas Tauhid.

Sementara itu, ekonom Indef lainnya, Bhima Yudhistira mengatakan meski badai pengangguran tak bisa dihindari, pemerintah masih bisa meminimalisir dampaknya. Salah satunya adalah memberikan stimulus untuk membantu konsumsi masyarakat.

Dia menganjurkan agar penyaluran stimulus yang berdampak ke ekonomi masyarakat bisa dipercepat realisasinya. Kalau perlu, pemerintah bisa memberikan diskon tarif PPN untuk memicu konsumsi masyarakat.

"Realokasikan stimulus yang masih rendah penyerapannya. Sebaiknya pemerintah juga berikan diskon tarif PPN karena berdampak langsung ke konsumsi," ujar Bhima.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]