Begini Fungsi 'Kalung' Air Purifier yang Dipakai Airlangga

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 28 Sep 2020 12:09 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Zaki, Bondan/Humas Kemenko Ekonomi
Jakarta -

Ada yang sedikit berbeda dari tampilan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Komite PC-PEN dan K/L serta meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau. Airlangga terlihat memakai kalung berbentuk kotak kecil berwarna putih.

detikcom mencoba menelusuri barang tersebut. Bila dilihat bentuk dan cara pemakaiannya, alat tersebut adalah portable air purifier atau pemurni udara bermerek Wein. Adapun portable air purifier yang digunakan Airlangga adalah Air Supply Rechargeable AS-300R Personal Ionic Air Purifier dari Wein Product. Lalu, apa fungsi dan bagaimana cara kerja alat tersebut?

Adapun klaim alat tersebut adalah dapat menyaring partikel, termasuk partikel berukuran virus Corona. Dapat digunakan selama 28 jam penuh setiap pengisian daya melalui kabel USB tanpa perlu ganti-ganti baterai.

Dikutip dari lama resmi Wein Product, alat ini dapat menghasilkan ion elektrostatis yang dapat menyerang partikel-partikel (virus atau bakteri) yang berada di sekitar zona pernapasan si pemakainya.

Partikel (virus atau bakteri) tersebut kemudian secara elektrostatis ditolak dari pemakainya secara substansial menciptakan zona bebas partikel polutan dan kontaminan beracun di zona pernapasan pemakainya. Bahkan, efek ionisasi alat itu dapat meminimalkan bau parfum dan bau-bauan lainnya yang ada di sekitar pemakainya.

Alat ini menggunakan angin terionisasi plasma medan tertutup yang dipatenkan bukan presipitator partikel tipe Cottrell medan terbuka. Penjernih udara yang menggunakan plasma medan terbuka cenderung menyimpan polutan dan virus pada si pemakainya, menghasilkan aliran udara terionisasi yang sangat sedikit dan menjadikan tubuh pengguna sebagai kolektor (polutan dan virus) .

Sedangkan, plasma medan tertutup dapat membantu menonaktifkan virus sebab plasma ini mampu menghasilkan sinar ultraviolet berukuran mikrowatt per sentimeter kubik. Lalu, partikel lain yang ditolak dari pemakainya diarahkan ke permukaan tanah di sekitar.

Kemampuan pengurangan partikel polutan hingga virus berukuran 0,04-3 mikron dari alat ini telah dikonfirmasi oleh otoritas dunia terkemuka dalam studi aerosol terkait kesehatan. Sebab, pada dasarnya partikel virus ketika masih berada di udara dapat dinonaktifkan sebelum sampai ke manusia. Setidaknya demikian menurut Dr. Sergey Grinshpun dari Universitas Cincinnati.

"Apakah sebuah partikel bersifat biologis atau mematikan pada manusia tidak ada relevansinya saat ia berada di udara. Saat masih di udara, partikel ganas ini mematuhi hukum dan efek yang sama seperti semua partikel di udara dengan ukuran dan kepadatan aerodinamis yang sama," ujar Grinshpun dikutip dari lama resmi Wein Product, Senin (28/9/2020).

(fdl/fdl)