China Mulai Setop Impor Makanan Beku dari Negara Terpapar Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 28 Sep 2020 20:30 WIB
makanan beku
Foto: istimewa
Jakarta -

Pihak berwenang di ibu kota China, Beijing telah memerintahkan para importir untuk menghindari makanan beku dari negara-negara yang menderita wabah virus Corona. Hal itu terjadi setelah beberapa insiden makanan laut impor terbukti positif terkena virus tersebut.

Mengutip CNN, Senin (28/9/2020), Biro Perdagangan Kota Beijing menyatakan, bea cukai dan pemerintah daerah telah berulang kali mendeteksi virus korona dalam makanan dingin impor. Biro tersebut mendesak para importir untuk memantau dengan cermat situasi pandemi di seluruh dunia.

"Mengambil inisiatif untuk menghindari impor makanan dingin dari daerah yang terkena pandemi parah," tulis laporan CNN.

Perusahaan juga diinstruksikan untuk meningkatkan peringatan dan mekanisme pelaporan mereka. Serta, untuk memberi tahu pihak berwenang dengan cepat jika produk terbukti positif.

World Health Organization (WHO) dan US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan kemungkinan penularan virus Corona melalui makanan rendah. Tetapi China, yang sebagian besar telah membasmi penularan virus domestik dalam siaga tinggi untuk kemungkinan kontaminasi ulang.

Pada bulan Juni, China menangguhkan impor unggas dari pabrik Tyson Foods di Amerika Serikat karena kekhawatiran tentang wabah virus corona di fasilitas tersebut.

Bulan lalu, sayap ayam beku yang diimpor dari Brasil dinyatakan positif virus Corona di kota Shenzhen, Cina Selatan. Salah satu dari beberapa insiden di mana virus itu terdeteksi pada produk makanan.

Insiden tersebut memicu peningkatan penyaringan makanan impor secara nasional, dan peningkatan pengawasan produk yang berasal dari tempat-tempat yang paling parah terkena pandemi seperti Brasil.

Pada 7 September, China telah menangguhkan impor dari puluhan perusahaan makanan di setidaknya 19 negara dan wilayah di mana pekerjanya telah terinfeksi virus Corona menurut media pemerintah.

Pekan lalu, Administrasi Umum Bea Cukai China mengumumkan tindakan pencegahan darurat terhadap sebuah perusahaan Norwegia setelah paket makanan laut beku dinyatakan positif terkena virus.

(acd/dna)