BUMN Percetakan Kian Babak belur Usai Gagal 'Menang' Pilkada

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2020 08:40 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melaporkan temuan naskah Ujian Nasional (UN) berbasis kertas yang bocor di Google ke Bareskrim Polri. Bareskrim langsung menggeledah Perum Percetakan Negara yang menjadi salah satu perusahaan yang mencetak soal UN. Direktorat Tindak Pidana Cyber dan Umum Mabes Polri menggeledah kantor Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Jalan Percetakan Negara, Jakarta Timur, Rabu (15/4/2015) malam.
Foto: Hasan Alhabshy

Sigit mengungkapkan tahun ini menjadi masa yang sulit bagi perusahaan. Di tengah tekanan akibat pandemi COVID-19, pihaknya harus berebut orderan dengan percetakan swasta. Bahkan dalam kondisi yang sulit itu, Sigit menjelaskan target perusahaan di tahun ini hanya bagaimana caranya bisa bertahan.

"Di 2020 targetnya hanya dapat bertahan, perusahaan ini dapat bertahan tetap eksis melaksanakan penugasan-penugasan pemerintah dan mencari order-order lain di luar penugasan untuk tambahan revenue agar tidak terlalu jauh dari target," kata dia.

Untuk kinerja keuangan hingga Agustus, dia menjelaskan capaiannya hanya 70% dari yang ditargetkan.

"Laporan keuangan di PNRI memang hingga Agustus itu masih sangat tertekan karena penjualan dan produksi sangat menurun dibandingkan dengan tahun 2019. Di tahun 2020 hingga saat ini mungkin hanya mencapai dari target itu sekitar 60% sampai 70% dari target," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga tidak bisa memacu produksi di tengah kewajiban penerapan protokol kesehatan di dalam pabrik.

"Kapasitas produksi pun tidak bisa kami mentokkan karena mengingat kondisi ruangan kerja yang tidak memungkinkan untuk 100% hadir dalam kondisi seperti saat ini. Jadi yang kami jaga saat ini adalah produksi tetap berjalan, karyawan tetap sehat walaupun dari sisi revenue sangat turun, dari sisi profit pun akan sangat turun," jelas dia.

Tapi Sigit meyakini bahwa kinerja perusahaan tahun depan bakal lebih baik dibandingkan tahun ini.

Halaman


Simak Video "Melihat Simulasi Pemungutan Suara dengan Prokes di Gorontalo"
[Gambas:Video 20detik]

(toy/eds)