Holding BUMN Pariwisata hingga Pelabuhan Mau Dibentuk, Ini Daftarnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2020 10:18 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Kementerian BUMN tengah menyiapkan sejumlah subholding baru. Beberapa subholding baru itu seperti pariwisata dan pelabuhan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan dalam setahun ini sudah ada beberapa subholding yang telah dibuat. Sebutnya, subholding farmasi, asuransi, dan rumah sakit.

"Sebenarnya kita sekarang aja dalam tempo kerja hampir setahun ini sudah ada beberapa subholding yang kita buat. Seperti subholding farmasi itu udah kita gabung Bio Farma itu sudah jalan," katanya dalam diskusi online Senin malam (28/9/2020).

Arya mengatakan, subholding yang dibuat dalam waktu dekat adalah pariwisata. Subholding ini terdiri dari Angkasa Pura hingga Garuda Indonesia.

"Yang nanti terbaru kita akan buat subholding pariwisata. Ini menggabungkan antara Angkasa Pura, TWC, ITDC kemudian Garuda dan kawan-kawannya itu kita gabungkan waktu dekat," katanya.

Arya mengatakan, yang terdekat lagi adalah subholding pelabuhan di mana subholding ini menggabungkan sejumlah BUMN pelabuhan seperti Pelindo. Subholding semen juga akan dibentuk karena masih ada PT Semen Baturaja di luar holding yang ada saat ini.

"Kemudian ada lagi subholding untuk perkebunan sama Perhutani akan kita gabung," katanya.

Tak hanya itu, Kementerian BUMN akan membentuk subholding pangan di mana PT RNI (Persero) menjadi induknya.

"Kemudian pangan, pangan ini RNI akan menjadi induknya," katanya.

(acd/ara)