Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata Rampung 2022

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 18:17 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Program konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor aviasi dan pariwisata diharapkan rampung pada kuartal II-2020. Saat ini pemerintah masih memperkuat struktur bisnis pada klaster tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri (Wamen) BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam acara HSBC Economic Forum yang bertajuk Orchestrating the next move: Transforming Indonesia into Asia's next supply chain hub secara virtual, Rabu (16/9/2020).

"Dan di tahun 2021 sampai Q2-2022 kita harapkan bisa melakukan restrukturisasi portofolio secara lebih efektif," katanya.

Pria yang akrab disapa Tiko ini mengaku, belum lama ini sudah mendiskusikan rencana holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata. Holding ini menggabungkan perusahaan pelat merah seperti PT Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura, ITDC, dan Hotel Indonesia Natour (HIN).

"Mengintegrasikan Garuda, Angkasa Pura, ITDC, HIN menjadi satu holding, ini diharapkan pada waktunya nanti setelah holding ini efektif dan klaster ini terjadi di tahun 2022 memang orkestrasi dari konektivitas udara untuk generate arus pariwisata ini bisa berjalan," ujarnya.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini mengatakan pembentukan holding BUMN aviasi dan pariwisata ini diharapkan bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya.

"Jadi tentunya ini menjadi inovasi-inovasi dari sisi model bisnis yang diharapkan bisa bukan hanya memberikan value kepada BUMN, tapi juga meng-create economic growth tambahan bagi Indonesia pasca COVID nanti," ungkapnya.

(hek/fdl)