Ini Cara Ampuh Promosikan Dagangan Tanpa Endorse Influencer

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 09:33 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Pakar marketing Dewa Eka Prayoga alias Dewa Selling mengungkapkan pentingnya upaya mendapatkan testimoni pelanggan terhadap produk yang dijual. Dia mengungkapkan testimoni langsung dari banyak pelanggan lebih ampuh mempromosikan produk daripada endorse ke influencer.

Maka dari itu, dia mengatakan di masa awal merintis usaha, sebisa mungkin upaya meminta testimoni pelanggan menjadi standar operasional yang wajib dilakukan.

"Alangkah baiknya emang bisa dapatan testimoni pembeli kita. Kemudian kita upload di medsos kita, Instagram, atau WA kita misalnya. Awal-awal berusaha malah kalau bisa itu jadi SOP," ungkap Dewa dalam sesi d'Mentor detikcom.

Sebisa mungkin Dewa juga menyarankan agar bisa membujuk pelanggan untuk berfoto dengan produk dan melampirkan testimoninya di media sosial. Kemudian meminta pelanggan menandai akun media sosial usaha yang sedang dirintis.

"Misalnya nanti minta foto, terus bilang tag akun kita ya, terus bilang aja nanti bisa dapat apa gitu misalnya. Kasih gimmick-gimmick begitu," ujar Dewa.

Dewa mengungkapkan hal tersebut bisa menjadi bukti kalau usaha yang dirintis eksis di masyarakat. Di sisi lain, testimoni langsung dari pembeli dinilai sangat kuat dampaknya untuk mempromosikan usaha.

"Itu bakalan jadi social proof kalau produk kita ada lho di masyarakat. Siapa saja, zaman sekarang yang lebih otentik, original, dan apa adanya ya itu lebih dipercaya dari masyarakat," ungkap Dewa.

Bahkan dampaknya melebihi endorsement yang dilakukan influencer. Dewa menyebutkan kini pandangan influencer sedikit berubah di tengah masyarakat.

Pasalnya tak sedikit influencer yang terlalu banyak mempromosikan barang-barang, sehingga memunculkan kesan apa yang dipromosikannya terlalu kelihatan skenarionya. Hal itu memicu kepercayaan berkurang.

"Soalnya gini, trennya influencer itu mulai turun kepercayaannya. Paginya dia bilang produk ini bagus, siangnya produknya lain yang bagus. Jadi ketika ditawarin, masalahnya bukan lagi soal copywriting atau kontennya, tapi orangnya. Masyarakat mungkin akan bilang, alah si itu mah bohong, skenario banget, dibayar," ujar Dewa.

"Nah kalau orang biasa yang kasih testimoni, ini lebih real gitu lho, jadi masyarakat bisa percaya," tegasnya.

(ara/ara)