RI-China Sepakat Pakai Uang Lokal, Kebutuhan Dolar AS Bisa Berkurang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 18:21 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) dan People Bank of China (PBoC) telah menyepakati pembentukan kerangka kerja sama untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung (Local Currency Settlement/LCS).

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan kesepakatan LCS antara Indonesia dengan China akan mengurangi kebutuhan dolar AS dalam transaksi perdagangan.

"Menimbang besarnya perdagangan kita dengan China kesepakatan ini akan berpengaruh terhadap permintaan dolar AS dalam perdagangan," kata Piter saat dihubungi detikcom, Rabu (30/9/2020).

Dia mengungkapkan dampaknya terhadap volatilitas rupiah diperkirakan tidak akan cukup signifikan. "Karena pergerakan rupiah kita menurut pandangan saya lebih terkait kepada keluar masuknya modal asing," ujar dia.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan dengan adanya perjanjian ini maka eksportir dan importir Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan negara mitra dagangnya.

"Dari 10-15% ke 25%-40% saja pasti akan pengaruh ke volatilitas rupiah," ujarnya.

Menurut Shinta setelah MoU dengan beberapa negara seperti Thailand, Malaysia dan Jepang maka akan ditunjuk beberapa bank sebagai eksekutor. Setelah itu siapapun akan bisa bertransaksi langsung.

(kil/fdl)