RI-China Nggak Pakai Dolar AS Lagi Buat Dagang, Apa Untungnya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 16:39 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia dan China sudah bersepakat untuk membentuk kerangka kerja sama untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung alias local currency settlement (LCS).

Dalam keterangan resmi BI disebutkan dengan kerja sama ini nantinya perdagangan antarbank untuk Yuan dan Rupiah bisa menggunakan mata uang lokal.

"People's Bank of China dan Bank Indonesia sepakat untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi langsung," tulis keterangan resmi BI, Rabu (30/9/2020).

Disebutkan kerja sama ini akan diperkuat melalui sharing informasi dan diskusi secara berkala antara otoritas Tiongkok dan Indonesia. Kolaborasi antara People's Bank of China dan Bank Indonesia ini penting dalam memperkuat kerja sama keuangan bilateral antara Tiongkok dan Indonesia.

Otoritas kedua negara memandang hal tersebut akan berkontribusi positif dalam mendorong penggunaan mata uang lokal untuk penyelesaian perdagangan dan investasi langsung antara kedua negara.

Negara sebelum China yang resmi menggunakan mata uang lokal adalah Jepang. Transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung tak lagi menggunakan dolar AS dan bisa menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.

(kil/fdl)