Pengangguran Inggris Bakal Naik Jadi 7,5% Setelah PDB-nya Anjlok 20%

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 21:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Selama kuartal II-2020, Office for National Statistics (ONS) atau Kantor Statistik Inggris mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) telah anjlok hampir 20% atau tepatnya di 19,8% dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka adalah penurunan terbesar dalam sejarah yang pernah dicatat ONS sejak tahun 1955. Data historis lainnya juga menyebut Inggris berada di jalur penurunan ekonomi tahunan terbesar sejak tahun 1920-an.

Dibandingkan dengan tahun 2019,PDB Inggris di kuartal-II 2020 minus 21,5%. Hal ini juga menunjukkan perekonomian Inggris jatuh lebih dalam dibandingkan 6 negara lainnya dengan perekonomian terbesar di dunia yakni Amerika Serikat (AS), Jepang, Italia, Jerman, Prancis, dan Kanada. Kontraksi PDB kuartal II-2020 secara year on year (yoy) sama dengan Spanyol, sementara Prancis terkontraksi 19,05%.

Dilansir dari Reuters, Rabu (30/9/2020), Gubernur Bank of England Andrew Bailey mewanti-wanti kondisi ini bisa menyebabkan tingkat pengangguran bisa melonjak hingga 7,5% di akhir 2020.

Di kuartal II-2020, rumah tangga menyimpan 29,1% dari total pendapatan mereka karena tak bisa bepergian ke mal atau makan di restoran. Angka itu jauh lebih tinggi 9,6% daripada uang yang mereka simpan selama kuartal I-2020. Sementara pendapatan masyarakat didukung oleh program kerja pemerintah yang akan berakhir bulan depan. Hal ini juga dipastikan akan meningkatkan jumlah pengangguran yang cukup signifikan.

Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Inggris yang biasanya sangat lebar, kini menyusut tajam. CAD Inggris hanya sebesar £ 2,8 miliar atau sekitar Rp 53 triliun (kurs Rp 19.203), atau hanya 0,6% dari PDB, atau yang terkecil dalam 9 tahun terakhir. Namun, hal ini bukanlah menunjukkan kondisi baik, tapi terjadi kemerosotan perdagangan global akibat pandemi.

Saat ini, Inggris menjadi negara dengan tingkat kematian akibat COVID-19 yang tertinggi di Eropa, yakni mencapai lebih dari 42.000 kasus.



Simak Video "Imbas Corona, Pengangguran Diprediksi Bertambah 5,23 Juta Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)