Jelang RI Resesi, Sri Mulyani: Kita Bekerja Sama Agar Bangkit

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2020 10:47 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani berjalan memasuki ruangan untuk mengikuti rapat kerja tertutup dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). Rapat itu membahas surat menteri keuangan terkait perkembangan skema burden sharing pembiayaan pemulihan ekonomi nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Kuartal III-2020 telah berakhir. Masyarakat Indonesia tentu menanti hasil dari perputaran roda ekonomi di Juli hingga September ini. Jika negatif lagi, maka ekonomi RI positif mengalami resesi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali berbicara mengenai pandangannya terhadap ekonomi di kuartal III-2020. Meski tidak secara jelas menyebutkan positif atau negatif, dia yakin ekonomi RI di kuartal III-2020 menunjukkan pemulihan dari kuartal II-2020 yang terkontraksi -5,3%

"Kalau kita lihat pada kuartal kedua perekonomian mengalami kontraksi 5,3%. Kita sudah mulai menunjukkan pemulihan pada kuartal ketiga dan kita berharap pemulihan ini akan kita jaga. Sehingga Indonesia bisa melewati zona kontraksi dan sekaligus melewati dan menangani COVID-19 itu sendiri," ujarnya dalam acara Launching Pengembangan Potensi Santripreneur Berbasis UMKM Sawit sebagai Program Pemberdayaan Ekonomi Daerah secara virtual, Kamis (1/1/2020).

Meski begitu, Sri Mulyani kembali mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 tak hanya berdampak pada kesehatan tapi juga memberikan dampak yang luar biasa besar terhadap kehidupan masyarakat, perekonomian dan dunia keuangan.

"Banyak ekonomi di dunia yang mengalami kontraksi sangat dalam akibat pandemi ini. Ini karena untuk menangani COVID-19 perlu dilakukan langkah-langkah di bidang kesehatan yang memiliki dampak yang sangat besar kepada kegiatan sosial ekonomi," tuturnya.

Hal itulah, kata Sri Mulyani, yang terus menjadi pusat perhatian pemerintah untuk bisa menangani bukan hanya permasalahan wabah COVID-19 itu sendiri tapi juga dampak sosial dan ekonominya.

"Hampir Rp 700 triliun anggaran pemerintah yang dilakukan untuk menangani COVID-19 ini. Dari mulai bidang kesehatan, melindungi lebih dari 60 juta penduduk Indonesia melalui bantuan sosial dan juga dukungan kepada UMKM, maupun kepada dunia usaha agar mereka mampu bertahan dan bisa bangkit kembali akibat COVID-19," terangnya.

"Kita terus akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan seluruh para stakeholder masyarakat dan dunia usaha agar Indonesia mampu untuk bangkit kembali," tambahnya.



Simak Video "Sri Mulyani Pastikan Ekonomi Q3 RI Negatif"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)