RI Tak Gegabah Soal Tawaran High Case Scenario Bank Dunia

RI Tak Gegabah Soal Tawaran High Case Scenario Bank Dunia

- detikFinance
Senin, 16 Jan 2006 16:06 WIB
Jakarta - Meski Bank Dunia menawarkan memberi pinjaman dengan plafom tertinggi (high case scenario), namun pemerintah tidak akan gegabah. Yang pasti, pemerintah hanya akan mengajukan pinjaman pemerintah tergantung kebutuhan pembiayaan."Kita kaji dulu, kalau butuh kita pakai. Kita kaji kebutuhan kita berapa. Yang penting butuhnya berapa tiap tahun," ujar Menko Perekonomian Boediono di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Senin (16/1/2005).Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Andrew Steer sebelumnya mengatakan, Indonesia layak mendapatkan pinjaman dengan plafon tertingginya, karena kondisi makro ekonomi dinilai sudah baik.Menurut Steer, Bank Dunia memiliki strategi pemberian pinjaman utang yaitu dengan plafon tertinggi dan plafon terendah.Pinjaman dengan plafon tertinggi Bank Dunia diperkirakan sebesar US$ 850 juta dan pinjaman plafon terendah sebesar US$ 450 juta. Sementara Dirjen Perbendaharaan Mulia P Nasution mengatakan dari tawaran pinjaman yang akan diberikan, pemerintah hanya mengambil US$ 500 juta dari lembaga internasional tersebut."Jumlah konkret pinjaman belum. Tapi sebesar US$ 400-500 juta, sesuai dengan ancar-ancar anggaran," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads