Dolar AS Melemah, Investor Ramai-ramai Borong Emas

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 13:07 WIB
Petugas kebersihan yang temukan emas batangan Rp4,6 miliar mungkin dibolehkan memilikinya
Ilustrasi/Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Harga emas dunia naik 1%. Kenaikan harga dipicu oleh pelemahan dolar dan kepercayaan investor yang meningkat seiring adanya stimulus fiskal dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

Stimulus itu diharapkan dapat memperbaiki data perekonomian Negeri Paman Sam. Untuk diketahui, 1 troy ons ekuivalen atau sama dengan 31,1 gram.

Melansir Reuters, Jumat (2/10/2020) harga emas dunia di spot naik 1,1% menjadi US$ 1.906,63 per troy ons. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,7% menjadi US$ 1.909,20 per troy ons.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, penyusunan undang-undang tentang bantuan COVID-19 bersama Dewan Perwakilan Rakyat (AS) memiliki banyak kemajuan.

Analis StoneX, Rhina O'Connell mengatakan negosiasi antara Pelosi dan Mnuchin akan berdampak pada perdagangan emas dalam jangka pendek. Meskipun masih ada ketidakpastian yang berasal dari hasil pemilihan Presiden AS.

"Kemungkinan masih akan ada perselisihan mengenai stimulus fiskal. Saya pikir akan ada stimulus yang cukup besar, tapi nuansa politik akan tetap ada," katanya.

Di sisi lain, nilai tukar mata uang dolar AS melemah ke level terendahnya dalam satu pekan terakhir. Pelemahan ini menjadi alasan para pemilik dolar mengalihkannya kepada emas.

"Tidak ada tempat untuk menaruh uang Anda, sehingga Anda akan mendapatkan hasil yang layak. Uang yang mengalir (dari stimulus) di dalam sistem akan menemukan jalannya ke emas," kata David Ovett, CEO Govett Precious Metals.

Investor sendiri masih menunggu laporan data penggajian di sektor non pertanian, laporan ini akan dirilis pada hari Jumat waktu setempat setelah adanya data pengangguran di AS mencapai 837.000.



Simak Video "Merangkak Naik, Dolar AS ke Level Rp 14.850"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)