Jabar Tawarkan Proyek TPA Rp 800 M ke Inggris hingga China

Yudha Maulana - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 18:54 WIB
Gedung Sate Bandung
Ilustrasi Pemprov Jabar/Foto: Mukhlis Dinillah

Mungki mengharapkan dukungan pihak-pihak terkait terutama yang berkaitan dengan regulasi karena hal tersebut yang kerap ditanyakan investor yang akan menanamkan modal di Jawa Barat.

"Investor tidak mungkin bisa masuk ke Indonesia dengan regulasi yang membuat mereka sulit untuk bisa masuk. Maka, itu semua harus kita kelola," kata Mungki.

Selain regulasi dan dukungan pemerintah, kata Mungki, kesiapan proyek yang ditawarkan pun menjadi indikator penting dalam menarik minat investor, khususnya investor dari luar negeri.

"Jaminan offtaker, siapa yang akan menerima hasil produksi, siapa konsumennya? Ada berapa konsumennya? Berapa harganya ? Dan berapa yang mereka bisa tampung? Dan berapa lama? Dibuat kontrak yang panjang tidak? Itu pertanyaan-pertanyaan kritis yang selalu ditanyakan investor," ucapnya.

Jika mega proyek ini berjalan sesuai rencana, teknologi sampah menjadi energi ini, ucapnya, bisa menjadi yang pertama di Indonesia dan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah di banyak wilayah yang memiliki masalah dengan tata kelola sampah.

"Dengan Ini kita sangat siap dan optimis karena kami ingin menjadi salah satu BUMD yang bisa berikan sumbangsih pada Pemprov Jabar karena sampah ini bukan hanya isu Jawa barat tapi Indonesia. Jawa Barat ini jumlah penduduknya terbesar di Indonesia sehingga sampahnya terbesar di Indonesia,

"Apabila ini berhasil di Jawa Barat ini akan membawa provinsi yang juara karena sampah ini akan menjadi energi lain. Keberhasilan ini juga akan membawa prototipe untuk pengelolaan sampah di seluruh Indonesia," ujarnya.

Langsung klik halaman selanjutnya