Kok Bisa Inovasi Indonesia Masih Kalah dari Negeri K-Pop?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 09:59 WIB
Korea Selatan vs Korea Utara
Foto: Dok. Jacob Laukaitis/ Bored Panda
Jakarta -

Ekonomi berbasis inovasi disebut sangat dibutuhkan oleh Indonesia untuk mendorong roda perekonomian. Pemerintah memiliki visi untuk memperbaiki kehidupan masyarakat pada 2045 mendatang, caranya dengan mendorong inovasi teknologi dalam produksi-produksi barang dan jasa.

Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menjelaskan visi 2045 itu adalah ambisi Indonesia saat merayakan kemerdekaan yang ke 100 tahun agar menjadi negara maju atau negara high income country.

Saat ini memang Indonesia masih berada di posisi upper middle income atau masyarakat yang berpendapatan menengah atas namun masih di tahap awal. Karena itu 25 tahun kemudian diharapkan Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

"Masalahnya ternyata di dunia yang bisa lolos dari jebakan kelas menengah itu sangat sedikit. Kebanyakan akhirnya stuck artinya benar-benar terjebak dan tidak pernah keluar dan tidak berhasil naik. Kita ingin jadi negara yang sedikit tadi yang bisa lolos," kata Bambang kepada detikcom, Selasa (6/10/2020).

Dia mengatakan untuk mencapai visi tersebut dibutuhkan loncatan-loncatan dari pelaku usaha dan negara dengan basis inovasi yang konsisten.

Contohnya Korea Selatan, Bambang menceritakan negara K-Pop itu pada periode 1950an-1960an masuk ke dalam daftar negara termiskin di Asia bersama dengan Indonesia.

"Saat itu mereka selesai perang Korea, Indonesia juga baru selesai pengalihan kedaulatan dari Belanda," ujarnya.

Namun pada periode 1970an Korea Selatan berhasil lompat ke daftar negara kelas menengah. Namun Indonesia baru masuk jadi lower middle income di tahun 1990-an.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2