India Tawarkan Insentif buat Inevstasi Smartphone, Minat?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 22:55 WIB
bendera India
Foto: Internet
Jakarta -

India menawarkan insentif kepada belasan perusahaan untuk investasi smartphone di negara tersebut. Kebijakan itu mendukung kampanye ambisius dari Perdana Menteri Narendra Modi yang ingin menjadikan India sebagai pusat manufaktur berikutnya di dunia.

Melansir CNN.com, Rabu (7/10/2020), program itu itu mencakup 16 perusahaan yang terlibat dalam pembuatan smartphone dan komponen, termasuk Samsung (SSNLF), AT&S Austria, dan beberapa perusahaan India. Pemasok utama untuk produk Apple seperti Foxconn, Wistron, dan Pegatron juga ikut dalam penerima stimulus itu.

Kementerian Elektronik dan Informasi dan Teknologi India menyatakan, perusahaan penerima insentif diharuskan meningkatkan produksi smartphone mereka di India. Mereka akan mendapatkan insentif yang nilainya setara dengan 4%-6% dari penjualan produknya di India.

Program insentif tersebut diharapkan dapat menghasilkan investasi senilai 110 miliar rupee atau setara US$ 1,5 miliar untuk industri manufaktur elektronik negara itu.

Keputusan pemerintah India untuk memberi insentif kepada pembuat ponsel pintar bukanlah kejutan besar. Industri tersebut telah berkembang pesat di India, dan sekarang menurut Asosiasi Seluler dan Elektronik India nilai industri itu sekitar US$ 230 miliar.

Xiaomi China melipatgandakan jumlah pabrik smartphone yang dimilikinya di India. Sementara Samsung membuka apa yang diklaimnya sebagai pabrik ponsel terbesar di dunia di dekat New Delhi pada tahun 2018.

Lalu Apple mulai memproduksi beberapa iPhone di Bangalore pada tahun 2017 dan baru-baru ini memulai produksi domestik iPhone 11.

Sayangnya pemerintah India tidak mengungkapkan berapa banyak nilai investasi yang akan digelontorkan perusahaan. Namun menurut sumber Reuters, Foxconn, Wistron dan Pegatron berencana untuk menginvestasikan hampir US$ 900 juta dalam lima tahun ke depan demi mendapatkan insentif tersebut.

Foxconn, Wistron dan Pegatron tidak segera memberikan tanggapan terkait hal itu. Bos Foxconn Liu Young-Way dilaporkan mengatakan pada rapat pemegang saham pada bulan Juni bahwa perusahaan tersebut berencana investasi lebih lanjut di India. Perusahaan Taiwan tersebut sudah memiliki pabrik di India, di mana ia memproduksi smartphone untuk Apple dan klien lainnya.

(das/hns)