Pilkada di Tengah Pandemi Dianggap Nggak Ngefek ke Ekonomi

Tim Detikcom - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 05:30 WIB
Tes swab jadi salah satu cara deteksi dini penyebaran virus Corona di masyarakat. Puskesmas Kecamatan Gambir pun memberikan layanan tes swab gratis bagi warga.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menilai Pilkada Serentak 2020 yang diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19 tidak signifikan memberi manfaat ekonomi.

Pengusaha justru mencemaskan terjadinya penularan virus Corona atas diselenggarakannya Pilkada. Bila terjadi, itu akan berdampak buruk buat kegiatan ekonomi.

"Nggak (berkontribusi signifikan) ya kalau untuk (ekonomi), terutama kan Pilkada sekarang ini kan dibatasi kampanyenya. Jadi mungkin aspek dari sisi ekonomi nggak terlalu besar ya," kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu (7/10/2020).

Namun, dengan dilaksanakannya Pilkada memang akan memberi kepastian bagi dunia usaha karena ada kejelasan atas terisinya kursi-kursi pemimpin di daerah, ketimbang diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

"Jadi memang kami mengerti bahwa harus ada (kepala daerah) yang permanen, untuk kami (pelaku usaha) juga akan lebih baik karena jadinya kita tahu ada kepastian untuk jangka panjang. Tapi kalau dampak ekonomi secara material mungkin kurang ya kalau untuk pelaku usaha," jelasnya.

Pengusaha pun cemas kalau kasus positif COVID-19 meningkat karena Pilkada. Penjelasannya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Melihat Proses Distribusi Logistik Pilkada ke Pulau Terluar di Sulsel"
[Gambas:Video 20detik]