Begini Kerusakan Fasilitas MRT Imbas Aksi Massa Tolak Omnibus Law

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 22:15 WIB
Stasiun MRT Bundaran HI dirusak massa.
Foto: Ilman/detikcom
Jakarta -

Sejumlah fasilitas pada Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta mengalami kerusakan karena demo menolak Omnibus Cipta Kerja memanas. Saat ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan pendataan fasilitas pendukung MRT yang rusak tersebut.

Corporate Secretary MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan, dari data awal kerusakan terjadi pada pintu entrance MRT Bundaran HI dan pintu entrance MRT Setiabudi Astra di mana kaca pecah dan tangga penumpang tertimpa pecahan tersebut.

"Seluruh penumpang dan pekerja MRT Jakarta tidak ada yang terluka. Keselamatan dan keamanan pengguna layanan MRT Jakarta merupakan prioritas utama manajemen PT MRT Jakarta (Perseroda)," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).

Sementara, dampak aksi pada aktivitas konstruksi yakni beberapa peralatan konstruksi MRT Fase 2 terdampak atau terbakar di antaranya 2 mini excavator milik kontraktor CP201 dan pagar proyek yang dirusak. Kebakaran pada 2 mini excavator tersebut sudah dipadamkan oleh pihak kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta serta sedang menunggu proses evakuasi.

"Seluruh pekerja tidak terluka, sebanyak 67 personil kontraktor yang berada di Monas sudah dievakuasi dari Monas dengan selamat," tambahnya.

MRT Jakarta tengah melakukan evaluasi secara menyeluruh atas terdampaknya fasilitas MRT Jakarta pada hari ini dan akan memperkuat pengamanan sarana dan prasarana MRT Jakarta kedepannya.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) berharap seluruh masyarakat dapat menjaga sarana dan prasarana umum yang bertujuan untuk melayani masyarakat," tambahnya.

(acd/hns)